Pencarian Berakhir Duka, Balita di Manggar Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Jembatan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
1 Jun 2026 13:15
2 menit membaca

Balikpapan – Duka menyelimuti sebuah keluarga di Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur. Seorang balita berusia dua tahun berinisial KAR ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh ke saluran drainase besar yang berada di depan rumahnya, Minggu (31/5/2026).

Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat bermain di sekitar rumah. Setelah dilakukan pencarian oleh keluarga dan warga, balita tersebut ditemukan di bawah sebuah jembatan di kawasan Selili, sekitar satu kilometer dari lokasi awal diduga terjatuh.

Kapolsek Balikpapan Timur AKP M Chusen menjelaskan, kejadian bermula saat ibu korban masuk ke dalam rumah untuk mengganti popok adik korban. Saat itu, KAR diketahui masih berada di area depan rumah.

“Beberapa saat kemudian keluarga menyadari korban sudah tidak terlihat. Mereka langsung melakukan pencarian di sekitar lingkungan rumah,” ujar Chusen.

Pencarian yang melibatkan keluarga dan warga sekitar terus dilakukan setelah korban tidak kunjung ditemukan. Titik terang muncul ketika warga menemukan sandal milik korban di dekat drainase yang berada tepat di depan rumah.

Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa korban terjatuh ke dalam saluran air. Warga kemudian menyusuri aliran drainase yang menghubungkan kawasan Manggar hingga Selili.

“Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 10.40 WITA di bawah jembatan wilayah Selili RT 100 dalam kondisi tidak sadarkan diri,” katanya.

Korban segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Medika Manggar untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kondisi korban sudah sangat kritis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, korban tiba dalam keadaan tidak bernapas, tanpa denyut nadi, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Upaya penyelamatan melalui resusitasi jantung paru (RJP) sempat dilakukan sesuai prosedur medis, namun tidak membuahkan hasil.

“Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WITA setelah seluruh tindakan medis dilakukan,” ungkap Chusen.

Polisi menduga peristiwa tersebut merupakan kecelakaan. Usia korban yang masih sangat muda, ditambah keberadaan drainase terbuka dengan kedalaman cukup besar dan arus yang deras, diduga menjadi faktor penyebab musibah tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya yang tinggal di sekitar saluran air, sungai, maupun drainase terbuka yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Selain itu, Polsek Balikpapan Timur juga mendorong adanya evaluasi terhadap sejumlah titik drainase yang dinilai rawan kecelakaan. Langkah mitigasi seperti pemasangan pagar pengaman, penutup drainase, hingga rambu peringatan dinilai perlu dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }