Tiga Selamat, Satu Hilang Usai Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Balikpapan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
17 Jul 2026 11:52
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang akibat kecelakaan kapal di perairan Muara Manggar, Kota Balikpapan, masih terus dilakukan Tim SAR Gabungan. Korban bernama Alan dilaporkan belum ditemukan setelah kapal yang ditumpanginya terbalik pada Kamis (16/7/2026) malam.

Dalam insiden tersebut, tiga nelayan lainnya yakni Ruding, Sofian, dan Sukri berhasil menyelamatkan diri. Sementara Alan diduga terseret arus setelah kapal mengalami kecelakaan saat hendak memasuki kawasan Muara Manggar.

Informasi yang dihimpun dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.40 WITA. Kapal yang membawa empat nelayan tersebut sempat kandas di sekitar muara sebelum diterjang gelombang besar yang menyebabkan kapal terbalik.

Laporan kejadian diterima Basarnas Balikpapan pada pukul 20.35 WITA. Merespons laporan tersebut, tim rescue segera diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 21.25 WITA. Setibanya di lokasi, petugas langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan dan melakukan pencarian terhadap korban yang hilang.

Penyisiran dilakukan hingga dini hari sekitar pukul 00.30 WITA. Namun, upaya pencarian pada malam pertama belum membuahkan hasil. Tim kemudian melakukan evaluasi dan memutuskan melanjutkan operasi pencarian pada hari berikutnya dengan mempertimbangkan faktor keselamatan serta kondisi cuaca di lapangan.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita, mengatakan pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

“Kami akan terus mengupayakan pencarian secara maksimal. Namun mengingat jarak pandang pada malam hari sangat terbatas, pelaksanaan operasi SAR akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan agar tetap mengutamakan keselamatan personel,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Memasuki hari kedua operasi, tim SAR memperluas area pencarian dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian serta wilayah yang diperkirakan menjadi arah hanyut korban berdasarkan analisis arus dan kondisi cuaca.

Endrow juga mengimbau para nelayan dan masyarakat pesisir agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut. Menurutnya, kondisi cuaca di sejumlah perairan Kalimantan Timur masih berpotensi menimbulkan gelombang tinggi yang dapat membahayakan pelayaran nelayan tradisional.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Saat ini angin dan gelombang masih cukup tinggi sehingga berpotensi membahayakan aktivitas di perairan,” katanya.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, BPBD Kota Balikpapan, Satbrimob Polda Kalimantan Timur, Balawisata Dispora Kota Balikpapan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Manggar, nelayan setempat, serta keluarga korban.

Untuk mendukung operasi, tim mengerahkan sejumlah peralatan SAR, mulai dari Rescue Car Type II, Rubber Boat, Rigid Buoyancy Boat (RBB), perlengkapan SAR air, peralatan selam, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan medis.

Hingga Jumat siang, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian dengan harapan Alan dapat segera ditemukan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }