Tanam 1.000 Bibit Mangrove dan Durian, Pertamina EP Bunyu Field Dorong Pelestarian Pesisir dan Pemberdayaan Ekonomi Warga

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
17 Jul 2026 13:11
3 menit membaca

Kalimantan Utara – PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui aksi penanaman 1.000 bibit pohon di Desa Bunyu Selatan, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Program yang digelar pada 30 Juni 2026 tersebut mencakup penanaman 900 bibit mangrove dan 100 bibit durian sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat potensi ekonomi masyarakat setempat.

Kegiatan ini mengusung tema *l“Menanam untuk Bumi, Memanen untuk Negeri: Sinergi Penghijauan dan Pemberdayaan Masyarakat”, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, kelompok masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan maupun ekonomi lokal.

Penanaman mangrove dilakukan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Sungoi Buayo Pagun Damo di kawasan pesisir Desa Bunyu Selatan. Program tersebut bertujuan meningkatkan tutupan vegetasi pantai, mengurangi risiko abrasi, serta menjaga habitat alami berbagai jenis biota pesisir yang menjadi bagian penting dari keseimbangan ekosistem.

Di sisi lain, penanaman 100 bibit durian dilakukan bersama Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bunyu sebagai langkah pengembangan aset produktif masyarakat. Tanaman durian diproyeksikan menjadi investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan pendapatan kelompok sekaligus mendukung pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Pjs Senior Manager PEP Bunyu Field, Riza Akbar, menegaskan bahwa perusahaan terus berupaya menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi.

“Penanaman 1.000 bibit pohon ini merupakan langkah bersama antara PEP Bunyu Field, KTH Sungoi Buayo Pagun Damo, KTNA Bunyu, serta pemerintah setempat untuk mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Riza, kegiatan penghijauan tidak hanya berorientasi pada pelestarian alam, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi di masa depan.

Ketua KTNA Bunyu, Joko Hidayat, menyambut positif dukungan perusahaan melalui pemberian bibit durian. Ia menilai bantuan tersebut membuka peluang bagi kelompok tani untuk mengembangkan sektor pertanian produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Bibit durian ini menjadi aset berharga yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok di masa mendatang,” katanya.

Sementara itu, Ketua KTH Sungoi Buayo Pagun Damo, Hariyono menegaskan komitmen kelompoknya untuk menjaga keberhasilan program rehabilitasi mangrove melalui perawatan dan pemantauan secara rutin.

“Kami akan terus merawat tanaman mangrove yang telah ditanam agar tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Program penghijauan tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Bunyu. Plt Camat Bunyu, Jaenuddin, menilai kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi yang tidak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga memastikan keberlanjutan manfaat melalui keterlibatan aktif masyarakat.

“Program ini memberikan dampak nyata karena tidak berhenti pada kegiatan menanam saja, tetapi juga membangun komitmen bersama untuk menjaga dan memanfaatkan hasilnya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Secara terpisah, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, menegaskan bahwa perusahaan terus menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat yang inovatif, berdampak, dan berkelanjutan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program pengembangan masyarakat atau Community Involvement and Development (CID) yang dijalankan perusahaan.

“Dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap program investasi sosial, kami optimistis dapat meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Dony.

Ia menambahkan, selain kegiatan penanaman pohon, PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya juga aktif menjalankan berbagai program konservasi lingkungan di Kalimantan. Program tersebut mencakup pelestarian satwa seperti bekantan, pesut Mahakam, dan orangutan, serta rehabilitasi kawasan hutan melalui penanaman ratusan ribu pohon mangrove, cemara, tanaman buah, hingga pohon endemik Kalimantan.

PEP Bunyu Field sendiri merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan yang dikelola PT Pertamina Hulu Indonesia. Bersama SKK Migas, perusahaan menjalankan operasi hulu migas yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna mendukung keberlanjutan produksi energi nasional melalui semanga Energi Kalimantan Untuk Indonesia (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }