Yayasan Jantung Indonesia Kaltim Gagas Klinik Jantung Pratama untuk Penanganan Dini

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
17 Jul 2026 19:56
3 menit membaca

SAMARINDA – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kalimantan Timur terus berupaya memperkuat perannya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pembentukan Klinik Jantung Pratama, sebuah fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama yang difokuskan pada penanganan awal gangguan jantung.

Rencana tersebut mengemuka dalam Rapat Evaluasi Program Kerja YJI Kaltim yang dipimpin Ketua YJI Kaltim, Hj. Wahyu Hernaningsih Seno, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Jumat (17/7/2026).

Menurut Wahyu, kehadiran Klinik Jantung Pratama diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jantung sekaligus memperkuat kontribusi YJI dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit kardiovaskular.

“Kami ingin keberadaan Yayasan Jantung Indonesia semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Klinik Jantung Pratama menjadi salah satu program strategis yang sedang kami siapkan untuk mendukung tujuan tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, klinik tersebut nantinya akan berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan untuk penanganan dini berbagai keluhan yang berkaitan dengan penyakit jantung. Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi darurat jantung membutuhkan respons cepat untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien.

“Dalam kasus gangguan jantung, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan. Penanganan yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan nyawa seseorang,” katanya.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, YJI Kaltim akan menjalin kolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Samarinda. Kerja sama ini juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi seluruh pengurus YJI.

Pelatihan tersebut dirancang agar para pengurus memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya yang berkaitan dengan gangguan jantung.

“Pelatihan BHD merupakan bagian dari upaya kami memasyarakatkan pengetahuan tentang penanganan awal serangan jantung. Pengurus yang telah mengikuti dan lulus pelatihan akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti kompetensi dasar dalam memberikan pertolongan pertama,” jelas Wahyu.

Selain membahas rencana pembentukan klinik, rapat evaluasi juga menyoroti perkembangan pembentukan kepengurusan YJI di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Program tersebut menjadi salah satu target utama organisasi pada tahun 2026.

Wahyu mengungkapkan bahwa hingga saat ini progres pembentukan cabang YJI di daerah telah mencapai sekitar 70 persen. Beberapa wilayah yang masih dalam tahap penyelesaian kepengurusan antara lain Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat (Kubar), dan Kota Samarinda.

“Sesuai arahan pengurus pusat, seluruh kabupaten dan kota harus memiliki kepengurusan YJI yang aktif. Kami optimistis target tersebut dapat diselesaikan tahun ini,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada penguatan organisasi, YJI Kaltim juga tengah mempersiapkan sejumlah agenda besar yang akan digelar dalam waktu dekat. Di antaranya peringatan Hari Jantung Sedunia, Hari Ulang Tahun Yayasan Jantung Indonesia, serta berbagai kegiatan edukatif dan olahraga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung.

Salah satu agenda yang akan menjadi perhatian adalah lomba Senam Jantung Sehat antar-Klub Jantung Sehat (KJS) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain itu, YJI Kaltim juga bersiap mengikuti Lomba Senam Jantung Sehat Seri I Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan secara daring dan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui berbagai program tersebut, YJI Kaltim berharap dapat semakin mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan kesadaran akan bahaya penyakit jantung, serta memperluas akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas di Kalimantan Timur. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }