Pangdam VI/Mulawarman Lepas 650 Lulusan SPPI, Fokus Kembangkan Koperasi Merah Putih

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
31 Jul 2026 22:02
2 menit membaca

BALIKPAPAN – Sebanyak 650 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Tahun 2026 resmi menyelesaikan pendidikan setelah menjalani pelatihan intensif selama enam pekan. Para lulusan dipersiapkan menjadi penggerak pembangunan ekonomi masyarakat melalui penguatan koperasi desa, kelurahan, dan kawasan pesisir di berbagai daerah.

Upacara penutupan diklat dipimpin Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., di Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Jumat (31/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam membacakan amanat tertulis Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Letjen TNI Tri Budi Utomo, yang menegaskan bahwa para lulusan SPPI akan memegang peran strategis dalam mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Mereka diproyeksikan menjadi penggerak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) guna memperkuat kemandirian ekonomi, meningkatkan produktivitas masyarakat, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan dan pesisir.

“Jadikan keberhasilan yang Saudara raih hari ini sebagai awal dari pengabdian yang lebih besar kepada bangsa dan negara,” demikian pesan Sekjen Kemhan yang dibacakan Pangdam.

Selama mengikuti pendidikan, peserta tidak hanya ditempa melalui pembinaan fisik, mental, dan disiplin, tetapi juga memperoleh berbagai kompetensi yang dibutuhkan untuk mengelola koperasi secara profesional dan berkelanjutan.

Materi pelatihan meliputi pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, nilai-nilai Bela Negara, kepemimpinan lapangan, hubungan komando dan staf, hingga penguatan kemampuan bekerja dalam tim.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan di bidang manajemen dan keuangan, seperti akuntansi, perpajakan, perencanaan anggaran, pengelolaan permodalan, pengawasan, serta manajemen aset.

Pada aspek operasional, peserta dibekali pengetahuan mengenai digitalisasi koperasi, pengelolaan usaha ritel, strategi pemasaran, pengembangan model bisnis, hingga praktik operasional di lapangan. Seluruh materi diperkuat melalui simulasi, aplikasi lapangan, serta pembinaan fisik secara berkelanjutan.

Dalam amanatnya, Sekjen Kemhan juga menekankan pentingnya penerapan tata kelola koperasi yang profesional, transparan, dan akuntabel sebagai fondasi keberhasilan program di daerah.

Ia mengingatkan bahwa sinergi antara para lulusan SPPI dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Sinergi yang kuat antara peserta dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan lokal menjadi kunci utama keberhasilan di daerah penugasan,” demikian amanat yang disampaikan.

Dengan berakhirnya pendidikan tersebut, sebanyak 650 lulusan SPPI kini siap diterjunkan ke berbagai wilayah di Indonesia untuk menjalankan peran sebagai agen pemberdayaan masyarakat. Mereka diharapkan mampu menghadirkan inovasi, memperkuat kelembagaan ekonomi kerakyatan, serta menjadi motor penggerak pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }