Saat 4 Kepala OPD dan 10 Kepala Sekolah yang dilantik Walikota Bontang Neni Moerniaeni di Pendopo. (Newsborneo)BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan merotasi empat pejabat pimpinan tinggi pratama, Kamis (21/5/2026).
Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan itu berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, dipimpin langsung Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Selain rotasi pejabat eselon II, dalam agenda yang sama Pemkot juga mengukuhkan sepuluh tenaga pendidik menjadi kepala sekolah di sejumlah SD dan SMP negeri.
Neni mengatakan, rotasi jabatan merupakan langkah strategis untuk menjaga ritme pemerintahan tetap berjalan optimal. Menurutnya, penempatan pejabat didasarkan pada kompetensi dan kebutuhan organisasi.
“Rotasi ini bagian dari penyegaran sekaligus penguatan birokrasi. Kami ingin setiap perangkat daerah bergerak lebih cepat dan efektif dalam melayani masyarakat,” kata Neni.
Dalam rotasi tersebut, Ahmad Yani dipercaya memimpin Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) menggantikan Toetoek Pribadi Ekowati.
Sementara Toetoek kini mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) menggantikan Bahtiar Mabe.
Bahtiar Mabe sendiri bergeser memimpin Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), posisi yang sebelumnya dijabat Eddy Foreswanto.
Sedangkan Eddy kini menempati jabatan baru sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang.
Tak hanya pejabat OPD, pengukuhan juga dilakukan terhadap sepuluh kepala sekolah baru sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan.
Neni berharap para pejabat dan kepala sekolah yang baru dilantik mampu cepat beradaptasi dan langsung bekerja sesuai target pembangunan daerah.
“Jabatan ini adalah amanah. Saya ingin semua yang dilantik hari ini bisa menunjukkan kerja nyata, inovasi, dan tanggung jawab penuh untuk masyarakat Bontang,” pungkasnya.
Tidak ada komentar