Korban Belum Ditemukan, SAR Gabungan Tutup Operasi Pencarian Nelayan Muara Badak

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
22 Jul 2026 14:19
2 menit membaca

KUTAI KARTANEGARA – Upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Muara Berau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, resmi dihentikan. Keputusan tersebut diambil setelah Tim SAR Gabungan melakukan pencarian intensif selama lima hari namun belum berhasil menemukan korban.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan melalui Pos SAR Kutai Timur menutup Operasi SAR pada Senin (21/7/2026) setelah dilakukan evaluasi bersama keluarga korban dan seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian.

Korban diketahui bernama Hasriarto (37) warga Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berangkat memancing seorang diri pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 16.30 WITA di Perairan Muara Berau.

Kekhawatiran keluarga muncul setelah korban tidak kembali ke rumah. Sehari kemudian, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 08.00 WITA, warga dan nelayan setempat menemukan kapal milik korban dalam kondisi setengah tenggelam di perairan tersebut. Namun, korban tidak berada di lokasi dan keberadaannya hingga kini masih belum diketahui.

Selama operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan melakukan berbagai metode pencarian, mulai dari penyisiran permukaan perairan hingga pemantauan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi area kemungkinan keberadaan korban. Pada hari kelima, area pencarian diperluas dengan cakupan mencapai 587 nautical mile persegi.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Kutai Timur, TNI AL Muara Badak, Polairud Polda Kalimantan Timur, BPBD Kutai Kartanegara, Damkar Muara Badak, Potensi SAR Muara Badak, serta keluarga korban dan nelayan setempat.

Untuk mendukung operasi, sejumlah sarana dan peralatan dikerahkan, termasuk Rigid Inflatable Boat (RIB), speed boat milik TNI AL, Polairud dan Damkar Muara Badak, perahu nelayan, perlengkapan SAR air, peralatan selam, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan medis.

Meski cuaca selama pencarian terpantau cukup baik dan cenderung cerah, tim menghadapi tantangan berupa gelombang laut yang cukup tinggi di area pencarian. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam upaya penyisiran di lapangan.

Setelah seluruh prosedur pencarian dilakukan secara maksimal sesuai standar operasi, namun tanpa hasil, Tim SAR Gabungan bersama pihak keluarga sepakat untuk menghentikan operasi pencarian.

“Berdasarkan hasil evaluasi dan kesepakatan bersama keluarga korban serta seluruh unsur yang terlibat, Operasi SAR dinyatakan ditutup. Seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing dengan tetap melakukan pemantauan apabila terdapat informasi baru terkait korban,” demikian keterangan yang disampaikan tim SAR.

Basarnas Balikpapan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan, instansi terkait, nelayan, relawan, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan selama proses pencarian berlangsung.

Meski operasi resmi dihentikan, pihak berwenang tetap membuka kemungkinan tindak lanjut apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk atau informasi baru terkait keberadaan korban. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }