DLH Balikpapan Dorong Warga “Panen” Air Hujan untuk Hemat Air Bersih

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
13 Agu 2026 15:37
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mengajak masyarakat mulai memanfaatkan air hujan sebagai sumber alternatif untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat mengurangi penggunaan air bersih sekaligus memperkuat ketahanan air menghadapi ancaman kemarau.

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan pemanenan air hujan dapat dilakukan dengan teknologi sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar.

“Pemanenan air hujan ini sebenarnya bisa dilakukan siapa saja. Tidak perlu teknologi yang rumit, masyarakat cukup menyediakan tempat untuk menampung air hujan,” kata Sudirman, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, wadah penampungan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing rumah. Masyarakat bisa menggunakan ember, tandon, tangki, hingga reservoir.

Tidak harus langsung menggunakan wadah berkapasitas besar. Hal terpenting adalah air hujan dapat ditampung dengan baik serta kebersihan tempat penyimpanan tetap terjaga.

Bisa Kurangi Pemakaian Air Bersih

Sudirman menjelaskan, air hujan yang telah ditampung terutama dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan nonkonsumsi. Misalnya menyiram tanaman, mencuci, membersihkan halaman, hingga berbagai aktivitas rumah tangga lainnya.

“Air hujan bisa kita manfaatkan untuk kebutuhan yang tidak dikonsumsi. Dengan begitu, penggunaan air bersih untuk kegiatan tertentu bisa dikurangi,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kualitas air, masyarakat juga dapat menerapkan sistem penyaringan. Namun, menurut Sudirman, kebersihan wadah penampungan merupakan faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

“Kalau ingin kualitas airnya lebih baik, tentu bisa dilakukan penyaringan. Tempat penampungannya juga harus bersih dan tertutup dengan baik,” katanya.

Pemanfaatan air hujan dinilai memiliki manfaat ganda. Selain membantu menghemat penggunaan air bersih, masyarakat juga dapat mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan yang sebenarnya tidak memerlukan air layak konsumsi.

Sekolah hingga Perkantoran Bisa Terapkan

DLH Balikpapan mendorong konsep pemanenan air hujan tidak hanya diterapkan di rumah tangga. Sekolah, perkantoran, kawasan industri hingga fasilitas umum juga dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan sistem tersebut.

Sejumlah lokasi di Balikpapan bahkan telah menjadi proyek percontohan, di antaranya Kelurahan Sungai Nangka, Kampung Bungas, Graha Indah, dan SMP Negeri 22 Balikpapan.

“Beberapa lokasi sudah menjadi proyek percontohan. Harapannya, ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat maupun fasilitas lainnya untuk mulai memanfaatkan air hujan,” tutur Sudirman.

Ia menilai edukasi kepada masyarakat menjadi kunci agar pemanenan air hujan dilakukan secara tepat. Masyarakat tidak cukup hanya mengetahui cara menampung air, tetapi juga perlu memahami cara menjaga kualitas dan penggunaannya.

DLH Balikpapan pun membuka ruang sosialisasi bagi masyarakat maupun institusi yang ingin mengembangkan sistem pemanenan air hujan.

“Kami siap memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Jangan hanya menampung, tetapi harus tahu bagaimana menjaga kebersihan tempat penampungan dan memanfaatkan airnya dengan benar,” katanya.

Sudirman berharap pemanfaatan air hujan secara bertahap dapat menjadi kebiasaan baru masyarakat Balikpapan, terutama menghadapi tekanan terhadap ketersediaan air selama musim kemarau.

“Kalau dilakukan bersama-sama, manfaatnya tentu akan lebih besar. Kita ingin masyarakat mulai terbiasa menghemat air dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar kita,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }