Adipt Maraja Terpilih Aklamasi, HIPMI Bontang Fokus Buka Ruang bagi Pengusaha Muda

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
9 Agu 2026 23:11
4 menit membaca

BONTANG – Estafet kepemimpinan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Bontang resmi berganti. Adipt Maraja dilantik sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Bontang masa bakti 2026–2029 dalam acara yang berlangsung di Pendopo Wali Kota Bontang, Sabtu (8/8/2026) malam.

Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru HIPMI Bontang untuk memperkuat peran pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha bagi generasi muda.

Prosesi pelantikan dihadiri sejumlah pejabat daerah, pimpinan perusahaan, jajaran pengurus HIPMI, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Turut hadir Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam bersama sejumlah anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan manajemen PT Pupuk Kaltim, serta pengurus BPC HIPMI dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.

Adipt Maraja sebelumnya dinyatakan lolos verifikasi pencalonan Ketua Umum BPC HIPMI Bontang. Ia menjadi satu-satunya calon sehingga kemudian ditetapkan secara aklamasi.

Dalam sambutannya, Adipt menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum demisioner Winardi beserta jajaran pengurus HIPMI Bontang periode sebelumnya.

Menurutnya, berbagai capaian HIPMI Bontang tidak terlepas dari kerja keras kepengurusan sebelumnya dalam menjaga eksistensi organisasi sekaligus membangun jaringan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Karena itu, pergantian kepemimpinan tidak dimaknai sebagai memulai organisasi dari nol. Kepengurusan baru akan melanjutkan berbagai program positif yang telah dibangun sekaligus menghadirkan inovasi sesuai tantangan dunia usaha saat ini.

“Dan tentunya sekaligus menghadirkan inovasi dan langkah baru sesuai tantangan dunia usaha saat ini,” ujar Adipt.

Adipt menilai pengusaha muda memiliki posisi strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. HIPMI, kata dia, harus menjadi ruang untuk memperkuat jaringan, membuka peluang bisnis, meningkatkan kapasitas, serta mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru di Bontang.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu agenda utama kepengurusan HIPMI Bontang 2026–2029.

“HIPMI Bontang berkomitmen membangun hubungan yang semakin erat dengan pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta, organisasi masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya,” tegasnya.

Menurut Adipt, kolaborasi diperlukan untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat, kompetitif, dan mampu memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.

Bontang dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar dengan keberadaan industri strategis serta berbagai sektor usaha yang terus berkembang. Potensi tersebut diharapkan dapat dihubungkan dengan kemampuan dan kreativitas pengusaha muda lokal.

“Sehingga peluang ekonomi tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar. Kita mau membuka ruang lebih luas untuk usaha-usaha baru agar bertumbuh,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum demisioner BPC HIPMI Bontang, Winardi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini ikut membesarkan organisasi.

Ia berharap HIPMI terus menjadi wadah bagi pengusaha muda untuk saling bertukar pengalaman, memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas, serta membangun kerja sama lintas sektor.

Menurutnya, keberadaan HIPMI harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan tidak hanya berkutat pada kepentingan internal organisasi.

“Dengan begitu HIPMI tidak berhenti atau berkutat di internal saja. Tapi berkontribusi jelas di tengah masyarakat,” ujar Winardi yang akrab disapa Awin.

Ia juga optimistis generasi muda Bontang mampu meningkatkan kelas usahanya tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Terlebih, kondisi fiskal saat ini menuntut pelaku usaha maupun organisasi pengusaha untuk semakin kreatif dan inovatif dalam menciptakan peluang ekonomi.

“Saya yakin kita bisa membangun sistem itu. Tidak sepenuhnya bergantung ke APBD. Karena sekarang ini sedang efisiensi. Kita harus kreatif dan inovatif,” harapnya.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat UMKM, sekaligus menekan angka kemiskinan.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Bontang pada 2025 berada di kisaran 3,5 persen, sementara tingkat kemiskinan tercatat sekitar 3 persen.

Namun, pemerintah daerah juga bersiap menghadapi tantangan fiskal karena proyeksi APBD Bontang pada 2027 diperkirakan mengalami penurunan.

Karena itu, Pemkot Bontang terus mengoptimalkan berbagai program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Di antaranya melalui digitalisasi, penguatan UMKM dengan penerbitan 20.048 Nomor Induk Berusaha (NIB), pembiayaan tanpa bunga, pemanfaatan sistem Online Single Submission (OSS), optimalisasi ekspor, perlindungan jaminan sosial bagi sekitar 34 ribu pekerja rentan, serta dukungan sektor pendidikan senilai Rp10 miliar.

“Komitmen ini tentunya kita perkuat lewat pelantikan lebih dari 100 pengusaha muda HIPMI,” kata Neni.

Neni pun mengapresiasi kepengurusan baru HIPMI Bontang dan menilai organisasi tersebut memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“HIPMI harus menjadi mitra strategis pemerintah, memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }