Duka di Sungai Parit, Dua Bocah Meninggal dalam Musibah Kebakaran Rumah

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
9 Jul 2026 20:17
3 menit membaca

PENAJAM PASER UTARA – Musibah kebakaran yang melanda sebuah rumah berbahan kayu di Jalan Habe RT 6, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (9/7/2026) siang, berujung duka mendalam. Dua bocah laki-laki dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak saat kobaran api melahap bangunan yang mereka tempati.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.20 Wita dan menghanguskan rumah milik Mansur dan Haji Masitah yang dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, mengatakan api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan terbuat dari material kayu. Saat proses pemadaman berlangsung, dua anak yang berada di dalam rumah tidak berhasil diselamatkan.

“Bangunan yang terbakar dihuni dua kepala keluarga. Karena konstruksi rumah berbahan kayu, api dengan cepat merambat dan menyebabkan dua anak menjadi korban meninggal dunia,” ujarnya.

Kedua korban diketahui bernama Muh. Abizar Al Qhani (7) dan Muhtiti Fatur Frahardika (4). Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah petugas berhasil memadamkan api.

Selain korban jiwa, seorang perempuan bernama Nurhadija (28), yang merupakan orang tua salah satu korban, mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis.

Nurlaila menjelaskan, jasad kedua korban ditemukan di bawah puing-puing bangunan yang telah hangus terbakar. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) untuk proses pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

“Kedua korban ditemukan setelah proses pemadaman selesai dilakukan. Selanjutnya jenazah dievakuasi ke RSUD RAPB untuk proses otopsi dan pemulasaran,” jelasnya.

Laporan kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD PPU sekitar pukul 11.30 Wita. Tak lama berselang, tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan penyelamatan.

Petugas yang terlibat berasal dari BPBD PPU, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU Pos Penajam dan Petung, Polres PPU, Satpol PP, Dinas Perhubungan, unsur TNI-Polri, serta dibantu warga sekitar.

Upaya pemadaman berlangsung lebih dari satu jam. Setelah berjibaku dengan kobaran api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kebakaran sekitar pukul 12.40 Wita sebelum dilanjutkan dengan proses pendinginan.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

“Untuk sumber api maupun penyebab kebakaran masih didalami dan menjadi kewenangan penyelidikan Polres PPU,” kata Nurlaila.

Setelah proses pemulasaran selesai di RSUD RAPB, kedua korban dimakamkan pada hari yang sama di Tempat Pemakaman Muslim Nipah-Nipah. Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman yang dihadiri keluarga, kerabat, dan warga sekitar.

Sementara itu, dua keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut kini dievakuasi ke rumah salah seorang warga, Haji Arifudin, yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian.

“Untuk sementara, kedua keluarga korban mengungsi di rumah Haji Arifudin sambil menunggu penanganan lebih lanjut,” pungkas Nurlaila.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan berbahan kayu yang mudah terbakar dan dapat mempercepat penyebaran api dalam waktu singkat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }