Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, memimpin rapat koordinasi persiapan Gerakan Indonesia ASRI yang akan digelar di kawasan pantai depan Trakindo. Kegiatan ini melibatkan seluruh OPD, TNI-Polri, PMI, dan berbagai instansi untuk memperkuat budaya hidup bersih serta kepedulian terhadap lingkungan pesisir.BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI yang akan digelar di kawasan pantai depan Trakindo. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang bertujuan menumbuhkan budaya hidup bersih sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
Sejumlah perangkat daerah, unsur TNI-Polri, PMI, Bulog, serta berbagai instansi pendukung dilibatkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, Selasa (7/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak yang terlibat mendapat pembagian tugas untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan rencana.
Andi Sri Juliarty mengatakan keberhasilan Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam Gerakan Indonesia ASRI. Kolaborasi dan gotong royong menjadi kunci agar kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Perempuan yang akrab disapa Dio itu menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar aksi bersih-bersih atau agenda seremonial semata. Lebih dari itu, Gerakan Indonesia ASRI diharapkan mampu membentuk kebiasaan baru masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir yang menjadi salah satu wajah Kota Balikpapan.
“Tujuan utama yang ingin dibangun adalah perubahan perilaku. Semangat menjaga kebersihan tidak boleh berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP Kota Balikpapan ditunjuk sebagai koordinator kegiatan yang akan berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bertanggung jawab menyiapkan armada pengangkut sampah, peralatan kebersihan, hingga bibit pohon yang akan digunakan dalam kegiatan penghijauan di kawasan pantai.
Menurut Dio, penanaman pohon menjadi salah satu agenda penting karena memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan.
“Selain membersihkan kawasan pesisir dari sampah, kita juga ingin meninggalkan warisan lingkungan melalui penanaman pohon. Ini menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem dan memperkuat ruang hijau di Balikpapan,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Dinas Perhubungan bersama Satpol PP akan melakukan survei lapangan terkait rekayasa lalu lintas, akses kendaraan, hingga pengaturan area parkir.
Di sisi lain, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) akan menyiapkan dukungan teknologi informasi, termasuk jaringan internet, fasilitas Zoom Meeting yang terhubung dengan kegiatan nasional, dokumentasi, publikasi, serta siaran langsung kegiatan.
Sedangkan unsur TNI dan Polri akan membantu pengamanan selama kegiatan berlangsung. PMI juga akan membuka layanan donor darah yang dapat dimanfaatkan masyarakat yang hadir.
Menjelang hari pelaksanaan, Andi Sri Juliarty meminta seluruh perangkat daerah segera menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dan memastikan seluruh kebutuhan teknis telah siap.
“Saya berharap setiap perangkat daerah menjalankan tugasnya masing-masing dengan maksimal. Semua kebutuhan harus dipersiapkan sejak sekarang agar pelaksanaan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.
Pemkot Balikpapan optimistis Gerakan Indonesia ASRI dapat menjadi momentum memperkuat budaya gotong royong, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus mempertahankan predikat Balikpapan sebagai kota yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan. (*)
Tidak ada komentar