Produktivitas Dimulai dari Jantung Sehat, ASN IKN Diedukasi Kenali Faktor Risiko Penyakit Jantung

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
8 Jul 2026 19:42
3 menit membaca

NUSANTARA – Di tengah percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), kesehatan para pegawai menjadi perhatian serius. Otorita IKN bersama Rumah Sakit Mayapada Nusantara menggelar Health Talk bertajuk “Jantung Sehat untuk Produktivitas Kerja: Kenali Risiko, Ubah Kebiasaan, dan Mulai Skrining Sejak Dini” guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Kementerian Koordinator 3 Tower 1, Nusantara, Selasa (7/7/2026), diikuti aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja di kawasan IKN. Selain mendapatkan edukasi dari dokter spesialis jantung, peserta juga menjalani pemeriksaan kolesterol serta konsultasi kesehatan sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyakit tidak menular.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam menjaga produktivitas kerja, terutama bagi para pegawai yang terlibat dalam pembangunan Nusantara.

“Produktivitas tidak bisa dipisahkan dari kesehatan. Ketika tubuh dalam kondisi sehat, seseorang dapat bekerja lebih optimal dan memberikan kontribusi terbaik dalam setiap tahapan pembangunan IKN,” ujarnya.

Suwito mengungkapkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang sebelumnya dilakukan di kawasan IKN menunjukkan masih tingginya faktor risiko penyakit tidak menular di kalangan pegawai. Data tersebut mencatat 46,4 persen peserta memiliki kadar kolesterol tinggi, 30,2 persen mengalami kadar asam urat tinggi, dan 17,1 persen terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi.

Menurutnya, temuan tersebut menjadi pengingat bahwa pola hidup sehat harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.

“Angka-angka ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan harus terus diperkuat. Kesadaran untuk menjaga kesehatan perlu dimulai dari diri sendiri melalui pola makan yang baik, aktivitas fisik yang cukup, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” katanya.

Direktur Rumah Sakit Mayapada Nusantara, dr. Farah Alkatiri, M.M., M.PH., FISQua, menilai kesehatan pekerja merupakan investasi jangka panjang yang berdampak langsung terhadap kinerja organisasi.

“Karyawan adalah aset berharga bagi setiap organisasi. Ketika kondisi kesehatan mereka terjaga, produktivitas dan kualitas kerja juga akan meningkat. Karena itu, kami berkomitmen mendukung berbagai program promotif dan preventif untuk menciptakan masyarakat serta lingkungan kerja yang lebih sehat di Nusantara,” ujarnya.

Dalam sesi edukasi, Dokter Spesialis Jantung RS Mayapada Nusantara, dr. Dewi Ayu Paramita, Sp.JP., FIHA, menjelaskan bahwa penyakit jantung sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas. Beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai antara lain hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, hingga faktor keturunan.

Ia menekankan bahwa sebagian besar faktor risiko tersebut sebenarnya dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Jangan menunggu gejala muncul untuk mulai memeriksakan diri. Skrining kesehatan membantu mendeteksi risiko lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi penyakit yang lebih serius,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Otorita IKN dan RS Mayapada Nusantara berharap kesadaran akan pentingnya kesehatan jantung semakin meningkat di kalangan ASN dan pekerja. Dengan kondisi kesehatan yang lebih baik, produktivitas kerja dapat terus terjaga sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota masa depan Indonesia. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }