Kemarau Panjang, Disparpora Balikpapan Imbau Destinasi Wisata Siapkan Cadangan Air

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
4 Nov 2026 21:35
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Keterbatasan pasokan air bersih akibat kemarau panjang mulai menjadi perhatian sektor pariwisata di Kota Balikpapan. Untuk menjaga kenyamanan pengunjung, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) meminta pengelola destinasi wisata memastikan ketersediaan air, termasuk menyiapkan cadangan jika suplai mengalami gangguan.

Kepala Disparpora Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengatakan pihaknya telah mengingatkan para pengelola destinasi wisata agar mengantisipasi kemungkinan terbatasnya pasokan air bersih.

Menurutnya, air merupakan kebutuhan penting dalam operasional tempat wisata, terutama untuk menunjang kebersihan fasilitas dan kenyamanan pengunjung.

“Kami memang mengantisipasi dengan adanya keterbatasan suplai air kepada pengelola destinasi wisata. Kami mengimbau agar mereka tetap menjaga ketersediaan air. Kalau misalnya kosong, harus disiapkan antisipasinya,” ujar Ratih.

Meski menghadapi tantangan pasokan air, Disparpora sejauh ini belum menerima laporan khusus mengenai penurunan jumlah kunjungan wisatawan akibat kemarau. Aktivitas pengunjung di sejumlah destinasi wisata disebut masih berjalan seperti biasa.

Ratih mengatakan pemerintah juga berupaya mempertahankan geliat pariwisata melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event. Agenda tersebut diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung sekaligus menggerakkan perekonomian di sekitar kawasan wisata.

“Kunjungan sementara ini belum ada informasi khusus. Pergerakannya masih seperti biasa. Kami juga memiliki berbagai event yang bisa diarahkan untuk mendorong masyarakat datang ke destinasi wisata,” katanya.

Keterbatasan air yang diantisipasi sektor pariwisata tidak terlepas dari kondisi sumber air baku di Balikpapan. Dua sumber utama, yakni Waduk Manggar dan Waduk Teritip, masih mengalami tekanan akibat kemarau panjang yang disebut dipengaruhi fenomena El Nino.

Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin, sebelumnya menyampaikan produksi air dari Waduk Manggar turun dari sekitar 900 liter per detik menjadi 800 liter per detik.

Sementara itu, produksi air dari Bendungan Teritip yang dalam kondisi normal mencapai 220 liter per detik kini hanya sekitar 60 liter per detik.

Penurunan produksi tersebut turut memengaruhi pelayanan air bersih. Sekitar 14.000 dari total 19.000 pelanggan di wilayah pelayanan Teritip berpotensi mengalami gangguan distribusi. Kawasan Manggar hingga Batakan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian.

Hujan yang mulai turun di Balikpapan dalam beberapa hari terakhir juga belum cukup untuk memulihkan cadangan air baku. Kedua waduk tersebut mengandalkan tampungan air hujan sehingga membutuhkan curah hujan yang memadai untuk meningkatkan volume air secara signifikan.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi berbagai sektor yang membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan, termasuk pengelola destinasi wisata. Ketersediaan air diperlukan untuk menunjang fasilitas toilet, tempat bilas, kebersihan kawasan, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Karena itu, pengelola wisata diharapkan dapat mengatur penggunaan air secara efisien sekaligus menyiapkan sumber atau cadangan air alternatif apabila pasokan utama terganggu.

Disparpora berharap langkah antisipasi tersebut dapat mencegah keterbatasan air mengganggu pelayanan dan kenyamanan wisatawan. Dengan demikian, aktivitas pariwisata Balikpapan tetap berjalan di tengah tantangan kemarau panjang. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }