epala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Safa Muha, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam dunia pendidikan.BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat kualitas pendidikan dasar melalui pengembangan program Taman Numerasi. Inovasi ini dirancang untuk mengenalkan matematika kepada anak-anak dengan pendekatan kreatif, interaktif, dan menyenangkan.
Program tersebut mendapat perhatian dalam kegiatan Apresiasi Prestasi dan Inovasi Taman Numerasi Jenjang SD/MI Kota Bontang Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium 3D, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan itu dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anwar Sadat, yang mewakili Wali Kota Bontang.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, disampaikan bahwa matematika selama ini kerap dianggap sebagai pelajaran yang sulit, kaku, dan identik dengan berbagai rumus. Padahal, konsep matematika sebenarnya sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari.
Mulai dari menghitung langkah kaki, mengenali bentuk benda, hingga memahami pola di lingkungan sekitar merupakan bagian dari penerapan konsep matematika dalam kehidupan.
Melalui Taman Numerasi, pembelajaran tidak lagi hanya bergantung pada buku maupun ruang kelas konvensional. Sekolah didorong menghadirkan ruang belajar terbuka yang menggabungkan permainan, kreativitas, dan kemampuan bernalar.
Dengan pendekatan tersebut, siswa dapat mengenal angka serta memahami konsep matematika melalui pengalaman langsung yang lebih menarik.
“Dari angka ke taman, dari taman ke nalar. Itulah benang merah yang ingin kita bangun melalui Taman Numerasi,” demikian pesan Wali Kota dalam sambutan tersebut.
Program ini juga dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bontang 2025–2029, khususnya misi pertama untuk mewujudkan transformasi sosial menuju sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi.
Pemerintah menilai kualitas sumber daya manusia tidak terbentuk secara instan ketika seseorang memasuki perguruan tinggi maupun dunia kerja. Fondasinya perlu dibangun sejak pendidikan dasar melalui proses belajar yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, serta kemampuan berpikir logis.
Saat ini, program Taman Numerasi telah diterapkan di 21 sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Bontang.
Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, terutama kepala sekolah dan tenaga pendidik yang berperan dalam merancang serta mengembangkan inovasi pembelajaran.
Pemkot Bontang juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan dan lembaga yang turut mendukung program tersebut. Di antaranya PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Badak NGL, PT Kaltim Parna Industri, PT Kaltim Nitrate Indonesia, dan PT Kaltim Daya Mandiri.
Dukungan lainnya datang dari Koperasi Praja Bontang, Perumda Tirta Taman Bontang, serta sejumlah donatur perorangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Safa Muha, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mempersiapkan anak untuk menghadapi masa depan, tetapi juga perlu membentuk generasi yang mampu menciptakan masa depannya sendiri.
Ia menegaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi harus dibangun di atas kemandirian agar peserta didik tumbuh menjadi generasi yang kritis, kreatif, dan memiliki karakter kuat.
Melalui kegiatan apresiasi tersebut, Pemkot Bontang berharap inovasi Taman Numerasi terus berkembang dan dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya.
Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat ekosistem pendidikan dalam mewujudkan sumber daya manusia Bontang yang unggul dan berdaya saing. (*)
Tidak ada komentar