Ekonomi Kaltim Capai Rp889 Triliun, Pemprov Dorong Penguatan Penjaminan Kredit

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
13 Okt 2026 19:46
2 menit membaca

KALIMANTAN TIMUR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjajaki penguatan kerja sama di bidang penjaminan kredit melalui kolaborasi antara PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kaltim, badan usaha milik daerah (BUMD), dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

Rencana kolaborasi tersebut dibahas saat Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, menerima kunjungan manajemen Jamkrindo pada Selasa (13/10/2026).

Kerja sama ini diproyeksikan dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan penjaminan kredit bagi pelaku usaha dengan skala pembiayaan yang lebih besar.

Dalam pertemuan itu, Rudi turut menyinggung potensi UMKM di Kalimantan Timur yang dinilainya memiliki kapasitas untuk berkembang ke tingkat usaha yang lebih besar.

“Sektor UMKM di sini, Pak Aras, khususnya UMKM yang naik kelas, kelasnya kelas berat,” ujar Rudi dengan nada bergurau kepada Komisaris Independen PT Jamkrindo, Muhammad Aras.

Rudi juga memaparkan gambaran perekonomian Kalimantan Timur yang mencatat pertumbuhan sebesar 4,53 persen, dengan nilai produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai Rp889 triliun.

Struktur ekonomi daerah masih ditopang sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi sebesar 34,18 persen. Berikutnya, industri pengolahan menyumbang sekitar 20 persen, disusul sektor konstruksi sebesar 11,58 persen.

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi sebesar 9,58 persen, sedangkan perdagangan mencapai 7,62 persen.

“Pertumbuhan lapangan usaha tertinggi berasal dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, yang mencapai 13 persen,” lanjutnya.

Gubernur berharap rencana kerja sama tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah, khususnya dalam memperkuat akses pembiayaan serta mendukung perkembangan UMKM di Kalimantan Timur.

Di sisi lain, Komisaris Independen PT Jamkrindo, Muhammad Aras, berharap Pemprov Kaltim dapat segera merealisasikan sekaligus mengoptimalkan kerja sama yang tengah dibangun.

Menurut Aras, kolaborasi tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan kapasitas penjaminan di daerah, terutama dalam memenuhi kebutuhan penjaminan kredit bagi UMKM berskala besar dan mendukung kegiatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Semoga ini menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan kapasitas penjaminan di daerah, Pak Gubernur, khususnya dalam mengakomodasi kebutuhan penjaminan kredit UMKM skala besar dan kegiatan Pemprov Kaltim,” ujar Muhammad Aras. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }