Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.
PENGERUKAN Waduk Manggar menjadi strategi utama Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengantisipasi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Langkah ini diprioritaskan guna memastikan pasokan air bersih tetap aman saat musim kering.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan, pengerukan waduk dipilih karena dinilai paling efektif dan cepat meningkatkan kapasitas tampungan air baku dibandingkan opsi lain seperti pembebasan lahan baru.
“Pengerukan DAS Manggar ini sudah lama kami usulkan, dan sekarang sudah diizinkan setelah koordinasi dengan BWS Kalimantan IV,” ujar Rahmad, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi Waduk Manggar yang mengalami pendangkalan menjadi salah satu faktor berkurangnya kapasitas tampung air. Dengan pengerukan, kedalaman waduk akan ditingkatkan sehingga volume air yang bisa disimpan juga bertambah.
Menurut perhitungan Pemkot, pengerukan pada area sekitar 20 hektare dengan kedalaman sekitar 2 meter dapat memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan air baku.
“Kalau kita keruk dengan luasan dan kedalaman tersebut, kapasitasnya bisa meningkat besar tanpa harus membuka lahan baru,” katanya.
Pemkot memperkirakan, peningkatan kapasitas dari pengerukan ini mampu menambah suplai air hingga 100–200 meter kubik per detik. Tambahan ini menjadi krusial di tengah potensi penurunan debit air akibat El Nino.
Selain aspek teknis, Pemkot juga tengah menyiapkan skema pembiayaan untuk mendukung percepatan proyek. Opsi yang dipertimbangkan meliputi anggaran perubahan, anggaran murni, dukungan Balai Wilayah Sungai, hingga bantuan keuangan provinsi.
Rahmad menegaskan, pengerukan Waduk Manggar ditargetkan mulai direalisasikan tahun ini. Langkah ini tidak hanya untuk mengatasi kekeringan jangka pendek, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ketahanan air Balikpapan dalam jangka panjang di tengah perubahan iklim. [SR]
Tidak ada komentar