Dok. Perumdam Tirta Kencana Samarinda
SAMARINDA – Memasuki musim kemarau, Perumda Tirta Kencana Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pasokan air bersih. Salah satu ancaman yang diantisipasi adalah intrusi air laut ke Sungai Mahakam yang dapat memengaruhi kualitas air baku.
Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana, Haidir Fadli, mengatakan hingga saat ini kondisi air baku masih dalam kategori aman dan belum berdampak signifikan terhadap layanan air bersih.
“Saat ini kami memiliki 18 instalasi pengolahan air (IPA), dan sejauh ini operasional masih berjalan normal,” ujar Haidir.
Meski demikian, ia mengingatkan potensi gangguan dapat muncul terutama di wilayah hilir atau dekat muara. Pada musim kemarau panjang, air laut berisiko masuk ke aliran Sungai Mahakam, meningkatkan kadar garam yang tidak bisa diolah menjadi air bersih.
“Jika kadar klorida melebihi 250 ppm, air tidak dapat diolah. Ini yang kami antisipasi,” katanya.
Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada wilayah ujung jaringan distribusi yang memiliki debit air lebih kecil. Jika kualitas air baku menurun, maka produksi air bersih bisa terganggu.
Sebagai langkah mitigasi, Perumda akan mengoptimalkan proses pengolahan agar tetap memenuhi standar kualitas sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan, perusahaan membuka kemungkinan menerapkan sistem distribusi air secara bergilir.
“Distribusi bergilir bisa diterapkan jika kondisi air baku tidak mendukung,” ujar Haidir.
Perumda juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi dengan menghemat penggunaan air, termasuk menambah kapasitas penampungan dan menghindari penggunaan berlebihan.
Selain itu, armada tangki air telah disiapkan untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak jika terjadi gangguan.
Masyarakat dapat mengakses layanan bantuan melalui call center Perumda Tirta Kencana di nomor (0541) 208100 atau WhatsApp 0811-5535-36. (DIAS/RIL)
Tidak ada komentar