Dituding Menipu oleh Korban Modus AI, Dedi Mulyadi Pilih Bantu Warga Kaltim

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
30 Mei 2026 19:49
2 menit membaca

JABAR — Seorang warga Kalimantan Timur sempat meluapkan kekecewaannya dengan menyebut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai penipu. Tuduhan itu muncul setelah dirinya menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan Dedi dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kasus tersebut viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan seorang pria melontarkan kata-kata bernada penghinaan kepada Dedi Mulyadi. Belakangan diketahui, kemarahan pria tersebut dipicu oleh kerugian yang dialaminya akibat modus penipuan menggunakan teknologi AI.

Pelaku disebut melakukan panggilan video dengan memanfaatkan teknologi yang mampu menampilkan wajah dan suara menyerupai Dedi Mulyadi. Korban yang percaya kemudian mengikuti arahan pelaku hingga mengalami kerugian finansial.

Menanggapi tuduhan yang diarahkan kepadanya, Dedi Mulyadi memilih merespons dengan tenang. Ia mengaku tidak mempermasalahkan cap atau tudingan yang diberikan kepadanya selama dirinya tetap bisa membantu masyarakat.

“Saya dituduh apa pun, dibuat brand apa pun oleh siapa pun, bagi saya tidak ada masalah. Yang penting saya akan tetap berbuat sekemampuan saya terhadap sesama manusia,” ujar Dedi, Jumat (29/5/2026).

Dari informasi yang diterimanya, Dedi mengungkapkan bahwa warga tersebut diduga menjadi korban penipuan lebih dari satu kali. Selain tergiur hadiah yang mengharuskannya membayar sejumlah uang tebusan, korban juga sempat menerima tawaran pekerjaan di Jakarta yang ternyata tidak pernah ada.

“Saya tahu Bapak katanya membayar uang tebusan. Kemudian mendapat informasi pekerjaan di Jakarta, tetapi setelah datang ke Jakarta pekerjaannya tidak ada,” kata Dedi.

Meski tidak memiliki keterkaitan dengan aksi penipuan tersebut, Dedi mengaku telah meminta timnya untuk berkomunikasi dengan korban dan menelusuri persoalan yang terjadi. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat.

“Meskipun Bapak warga Kalimantan Timur, tetapi sekemampuan saya akan bantu menyelesaikan. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang tertipu. Akibat tertipunya sama AI, marahnya sama saya,” ujarnya.

Fenomena ini sekaligus menjadi peringatan akan semakin maraknya penyalahgunaan teknologi AI untuk melakukan penipuan dengan mencatut identitas tokoh publik. Modus tersebut dinilai berbahaya karena mampu membuat tampilan visual maupun suara terlihat meyakinkan bagi calon korban.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga sempat menjadi sorotan setelah muncul video warga di Sidomulih, Kabupaten Pangandaran, yang memberi makan seekor anjing dengan menyebut nama KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Menanggapi video tersebut, Dedi tidak menunjukkan reaksi berlebihan. Ia justru menyebut orang yang membuat video itu tengah menghadapi persoalan pribadi dan mengalami tekanan psikologis setelah berpisah dengan istrinya.

Karena itu, Dedi memilih tidak memperpanjang persoalan dan tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }