Calon Ketua KONI Kaltim, Anderiy Syachrum saat mengembalikan berkas pendaftaran. Ia menjadi calon tunggal.SAMARINDA – Proses penjaringan bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur memasuki tahap akhir. Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) resmi menutup masa pendaftaran pada Jumat (29/5/2026), dengan hanya satu nama yang muncul sebagai pendaftar.
Ketua TPP Calon Ketua KONI Kaltim, Ego Arifin, menyampaikan bahwa hingga penutupan, hanya satu bakal calon yang mengambil sekaligus mengembalikan formulir pendaftaran, yakni Anderiy Syachrum.
“Sesuai jadwal yang sudah kami sampaikan kepada publik, khususnya masyarakat olahraga, pengembalian formulir dibuka selama dua hari. Yang mengambil formulir hanya satu orang, yaitu Pak Haji Andre, dan beliau sudah mengembalikan berkas pada 28 Mei,” ujar Ego.
Ia menjelaskan, seluruh dokumen persyaratan yang ditetapkan panitia juga telah diserahkan oleh bakal calon tersebut. Selanjutnya, TPP akan melakukan tahap verifikasi administrasi sebelum hasilnya diteruskan kepada pimpinan sidang Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Kaltim.
Pada tahap ini, TPP akan mencocokkan kelengkapan berkas sesuai ketentuan, mulai dari curriculum vitae, surat pernyataan, hingga kesiapan penyampaian visi dan misi pada Musprov mendatang.
“Besok kami akan melihat dan mencocokkan berkas dengan persyaratan yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Ego menegaskan, TPP tidak memiliki kewenangan untuk menentukan kelulusan calon. Tugas tim hanya sebatas memeriksa kelengkapan administrasi sebelum seluruh berkas diserahkan ke forum Musprov untuk diproses sesuai mekanisme organisasi.
“Kami tidak menyatakan lolos atau tidak lolos. Tugas kami hanya memastikan berkas lengkap atau tidak lengkap, kemudian kami serahkan kepada pimpinan sidang untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.
Hasil verifikasi administrasi tersebut rencananya akan diumumkan kepada publik melalui konferensi pers pada 1 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, TPP juga akan memaparkan seluruh hasil pemeriksaan berkas yang telah dilakukan.
“Nanti kami sampaikan apa saja syarat yang diminta dan apakah semuanya lengkap. Setelah itu akan kami serahkan ke Musyawarah melalui pimpinan sidang,” tambah Ego.
Sementara itu, pelaksanaan Musyawarah Provinsi KONI Kaltim dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026. Ego memastikan bahwa bakal calon ketua wajib hadir secara langsung dan tidak dapat diwakilkan.
“Pada hari H calon harus hadir langsung, tidak boleh diwakilkan. Itu sudah menjadi aturan yang disepakati,” tegasnya.
Dengan hanya satu kandidat yang mendaftar, proses penjaringan Ketua KONI Kaltim dipastikan berjalan sesuai jadwal dan tahapan yang telah ditetapkan panitia. (*)
Tidak ada komentar