
Warga binaan berkumpul di lapangan Rutan Kelas IIA Balikpapan.BALIKPAPAN – Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia membawa kabar gembira bagi 707 warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan.
Bukan sekadar upacara kemerdekaan, tahun ini mereka diusulkan menerima Remisi Umum dan Remisi Dasawarsa — pengurangan masa pidana istimewa yang hanya diberikan setiap 10 tahun sekali.
Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, menegaskan remisi bukan hanya potongan masa hukuman. Lebih dari itu, remisi adalah bentuk pengakuan negara atas keberhasilan pembinaan.
“Remisi ini simbol bahwa pembinaan berhasil. Artinya, mereka sudah menunjukkan perubahan sikap dan komitmen menjadi pribadi lebih baik,” ujar Agus Salim, Jumat (8/8).
Remisi Dasawarsa diberikan sebagai penghargaan bagi narapidana dan anak binaan yang konsisten menunjukkan sikap positif. Besaran pengurangannya mencapai 1/12 dari masa pidana, maksimal tiga bulan.
Agus Salim menjelaskan, proses pengusulan dilakukan dengan seleksi ketat. Setiap nama harus melewati litmas oleh Pembimbing Kemasyarakatan dan penilaian Tim Asesor.
Aspek yang dinilai meliputi rekam jejak perilaku, keaktifan dalam pembinaan, hingga catatan pelanggaran disiplin.
Syarat lain, narapidana harus memiliki putusan hukum tetap (inkracht), tidak sedang menjalani hukuman disiplin, dan konsisten berperilaku baik.
“Mereka juga wajib aktif mengikuti pembinaan kepribadian seperti agama, karakter, mental, dan pelatihan kerja,” kata Agus Salim.
Selain remisi khusus, para warga binaan juga berkesempatan menerima Remisi Umum (RU) I dan II yang rutin diberikan setiap 17 Agustus.
Namun bagi Agus Salim, yang terpenting bukanlah jumlah bulan hukuman yang dipotong.
“Remisi adalah bentuk reintegrasi sosial. Negara hadir bukan hanya untuk menghukum, tapi juga membimbing,” tegasnya.
Rutan Balikpapan terus memperkuat program pembinaan. Mulai dari Rutan Mandiri, pelatihan keterampilan, kewirausahaan, hingga rehabilitasi psikososial.
Tujuannya agar warga binaan keluar sebagai pribadi baru yang siap berkarya dan diterima kembali di masyarakat.
Bahkan, karya mereka kini sudah menembus pameran lokal hingga regional. Bukti nyata bahwa pembinaan di balik jeruji bisa menghasilkan perubahan positif. [SR/PRA]
Tidak ada komentar