100 Pemuda Balikpapan Ikuti Gada Pratama, Dibekali Sertifikat hingga Akses Kerja

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
14 Sep 2026 19:31
3 menit membaca

BALIKPAPAN — Sebanyak 100 pemuda Balikpapan yang belum bekerja mendapat kesempatan mengikuti Pendidikan Dasar Satuan Pengamanan (Satpam) kualifikasi Gada Pratama. Pelatihan ini diarahkan bukan sekadar memberikan sertifikat, tetapi menjadi pintu masuk peserta menuju dunia kerja.

Program tersebut merupakan kolaborasi BAZNAS Kota Balikpapan, Pemerintah Kota Balikpapan, dan PT Berlian Putra Reksindo.

Peserta berusia 18 hingga 35 tahun dengan pendidikan minimal SMA sederajat. Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Balikpapan, mulai Balikpapan Timur, Selatan, Kota, Tengah, Utara hingga Barat.

Ketua BAZNAS Kota Balikpapan Abdul Rosyid Bustomi mengatakan program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan sekaligus membuka peluang memperoleh pekerjaan dan penghasilan.

“Harapannya, mereka tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga memiliki pekerjaan dan penghasilan yang tetap. Dengan begitu, mereka bisa mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Abdul Rosyid saat membuka kegiatan, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, pemberdayaan melalui keterampilan kerja menjadi salah satu cara mendorong pemuda memiliki aktivitas produktif sekaligus membangun kemandirian ekonomi.

Untuk mendukung program tersebut, BAZNAS Balikpapan mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,8 juta untuk setiap peserta. Dana tersebut digunakan untuk menunjang kebutuhan pendidikan dan persiapan peserta sebelum memasuki dunia kerja.

Dari sisi pemerintah daerah, pelatihan Gada Pratama dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal dan memperluas akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan Elyzabeth E.R.L. Toruan mengapresiasi kolaborasi yang melahirkan program tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BAZNAS Kota Balikpapan serta PT Berlian Putra Reksindo yang telah menghadirkan program pendidikan dan pelatihan ini,” ujarnya.

Elyzabeth mengatakan pelatihan tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan kompetensi profesional yang dibutuhkan ketika memasuki pasar kerja.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti pendidikan dengan serius dan disiplin agar kesempatan yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan.

“Manfaatkan kesempatan berharga ini dengan sebaik-baiknya. Ikutilah seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh rasa tanggung jawab dan disiplin yang tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PT Berlian Putra Reksindo Afandi Haris Raharjo mengatakan tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan kesejahteraan peserta melalui keterampilan sekaligus legalitas profesi.

Setelah menyelesaikan pendidikan, peserta akan mendapatkan sertifikasi berupa ijazah serta Kartu Tanda Anggota (KTA) Satpam.

“Output dari pelatihan ini sebenarnya untuk kesejahteraan para peserta. Mereka yang belum bekerja, setelah melakukan pelatihan mendapatkan sertifikasi berupa ijazah dan KTA,” kata Afandi.

Menurut Afandi, sertifikasi dan KTA menjadi bekal penting bagi peserta untuk melamar pekerjaan sebagai tenaga pengamanan karena menunjukkan bahwa mereka telah mengikuti pendidikan dan memenuhi kualifikasi profesi Satpam.

Secara ketentuan, pendidikan Gada Pratama berlangsung selama 14 hari. Namun, pelaksanaan di Kalimantan Timur disepakati berlangsung selama tujuh hari bersama pihak pembina.

Peserta akan mendapatkan berbagai materi dasar pengamanan, termasuk penggunaan tongkat dan borgol, baris-berbaris, komunikasi hingga kemampuan berbicara. Pendidikan melibatkan instruktur terlatih dengan dukungan Polda Kalimantan Timur.

Afandi mengatakan PT Berlian Putra Reksindo juga rutin menggelar pelatihan serupa di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.

“Setiap bulan kami melakukan pelatihan di Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutim, dan Paser,” ujarnya.

Yang menjadi pembeda, program ini tidak berhenti pada pemberian sertifikat. PT Berlian Putra Reksindo juga membuka peluang penyaluran peserta yang telah menyelesaikan pendidikan ke dunia kerja.

Peserta berpeluang ditempatkan di lingkungan perusahaan maupun disalurkan ke perusahaan lain yang membutuhkan tenaga pengamanan.

Dengan demikian, 100 pemuda tersebut diharapkan tidak hanya pulang membawa sertifikat, tetapi juga memiliki tiga modal utama: keterampilan, legalitas profesi, dan akses menuju lapangan kerja.

Bagi peserta yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan, pendidikan Gada Pratama menjadi kesempatan untuk mengubah keterampilan menjadi peluang memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang lebih stabil. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }