Forum Konsultasi Publik Dinas Perkebunan Kaltim, Kamis (5/11/2026).SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong sektor perkebunan menjadi salah satu penggerak utama transformasi ekonomi daerah. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan produksi, penguatan pengolahan hasil perkebunan, hingga perluasan akses pasar ekspor guna mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Arif Murdiyatno, mengatakan perubahan struktur ekonomi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor perkebunan.
Menurutnya, optimalisasi komoditas unggulan seperti kelapa sawit tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan produksi dan pengelolaan lahan. Pengembangan industri pengolahan di tingkat hilir juga diperlukan agar hasil perkebunan memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Saat ini, terdapat enam pabrik pemurnian atau refinery kelapa sawit yang dibangun perusahaan besar di Kaltim. Salah satu unit terbaru berlokasi di Kabupaten Kutai Timur.
“Alhamdulillah mudah-mudahan tahun depan sudah bisa berjalan enam refinery ini memproduksi CPO dan turunannya. Ini juga sudah berstandar ekspor, dan mudah-mudahan nanti nilai jual serta nilai tambahnya menjadi lebih baik,” ungkapnya dalam Forum Konsultasi Publik Dinas Perkebunan Kaltim, Kamis (5/11/2026).
Selain kelapa sawit, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan daya saing komoditas perkebunan lainnya. Dinas Perkebunan Kaltim tengah melakukan verifikasi dan pendataan ulang komoditas karet untuk memenuhi persyaratan ketat pasar ekspor Eropa.
Pendataan dan pembenahan serupa turut dilakukan terhadap komoditas aren, lada, dan kakao. Sementara untuk kopi, Pemprov Kaltim sedang mempersiapkan sertifikasi Indikasi Geografis (IG) bagi Kopi Liberika Perangat Baru.
Arif menegaskan, peningkatan nilai tambah dan perluasan pasar membutuhkan tata kelola perkebunan yang berkelanjutan. Karena itu, penerapan prinsip Good Agricultural Practices (GAP) atau praktik budi daya pertanian yang baik perlu diperkuat dari tahap awal produksi hingga pengolahan.
Ia juga mengajak seluruh pelaku dan pemangku kepentingan sektor perkebunan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas komoditas, mulai dari penyediaan benih unggul dan tersertifikasi hingga penerapan standar budi daya.
“Saya mengajak kepada seluruh insan pertanian, kita bersama-sama untuk mendorong sektor pertanian ini menjadi lebih baik. Tentunya dimulai dari sektor hulu sampai dengan sektor hilir, mulai dari perbenihan yang berkualitas dan tersertifikasi, hingga budidaya yang sesuai standar,” tegas Arif.
Melalui penguatan sektor hulu dan hilir tersebut, perkebunan diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Kaltim sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah di pasar global. (*)
Tidak ada komentar