Petugas BPBD Balikpapan berusaha menjinakkan api yang melahap bangunan berlantai tiga di kawasan Dahor 3, musibah ini sedikitnya menghanguskan tiga rumah, Rabu (24/6/2026).BALIKPAPAN – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Dahor III, RT 39, Kelurahan Baru Hilir, Kecamatan Balikpapan Barat, Rabu (24/6/2026) malam. Sedikitnya lima bangunan terdampak dalam peristiwa tersebut, dengan tiga rumah mengalami kerusakan berat akibat amukan si jago merah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 22.40 Wita. Mengingat lokasi kejadian berada di kawasan yang padat bangunan, seluruh armada pemadam dari enam sektor langsung diterjunkan untuk mencegah api menjalar ke rumah-rumah lainnya.
“Seluruh sektor kami turunkan. Penanganan juga dibantu tim pemadam dari Pertamina, PHM, Angkatan Laut, serta Pamapta Polda Kaltim,” ujar Usman saat ditemui di lokasi kejadian.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas harus menghadapi kondisi angin yang cukup kencang serta akses jalan menuju titik kebakaran yang sempit, sehingga menyulitkan pergerakan armada dan distribusi pasokan air.
Untuk mengatasi kendala tersebut, petugas menerapkan sistem suplai air berantai antarunit pemadam. Sejumlah armada difokuskan melakukan penyemprotan langsung ke titik api, sementara kendaraan lainnya bertugas menjaga ketersediaan pasokan air agar proses pemadaman tetap berlangsung optimal.
“Kami mengatur beberapa unit untuk fokus menyerang sumber api, sementara armada lainnya bertugas menyuplai kebutuhan air,” jelasnya.
Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. Meski demikian, berkat kerja sama tim gabungan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar satu jam.
“Kurang lebih satu jam api berhasil kami kuasai. Kondisi rumah yang mayoritas berbahan kayu membuat api cepat menyebar,” kata Usman.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Berdasarkan data sementara, tiga bangunan mengalami kerusakan berat, sementara dua bangunan lainnya terdampak.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, seorang warga sempat mengalami kelelahan hingga pingsan saat membantu proses pemadaman. Korban langsung mendapatkan penanganan dari tim medis 119 bersama Palang Merah Indonesia (PMI).
Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan. BPBD menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian dan tim Identifikasi Forensik (INAFIS) setelah lokasi dinyatakan aman untuk dilakukan olah tempat kejadian perkara.
“Saat ini kami masih fokus pada penanganan di lapangan. Untuk penyebab kebakaran nantinya akan ditelusuri oleh pihak kepolisian dan tim INAFIS,” ungkap Usman.
BPBD Balikpapan kini berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk mendata jumlah kepala keluarga dan warga yang terdampak. Pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan dan bantuan lanjutan bagi para korban kebakaran. (*)
Tidak ada komentar