Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono, saat mewakili Wali Kota Bontang membuka kegiatan Capacity Building dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Membangun Komunikasi Efektif dan Mengakselerasi Transformasi Digital untuk Optimalisasi PAD” di Hotel Grand Equator, Kamis (5/11/2026).BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mendorong percepatan transformasi digital dan peningkatan kompetensi aparatur untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini dilakukan agar pengelolaan pajak dan retribusi semakin efektif sekaligus memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono, saat mewakili Wali Kota Bontang membuka kegiatan Capacity Building dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Membangun Komunikasi Efektif dan Mengakselerasi Transformasi Digital untuk Optimalisasi PAD” di Hotel Grand Equator, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga 6 November 2026 itu diikuti sejumlah pihak terkait pengelolaan pendapatan daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Eko Mashudi; Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP), Eko Arisandi; Kepala Cabang BPD, Arie Herlambang; serta narasumber I Made Kertayasa dan Kahar Muzakir.
Dalam sambutannya, Sony menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap peningkatan PAD Kota Bontang melalui sektor pajak dan retribusi daerah sepanjang 2026.
Menurutnya, optimalisasi pendapatan daerah membutuhkan kerja sama yang kuat antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), perangkat daerah, sektor perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan.
Ia menilai, penguatan kapasitas aparatur dan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam memperbaiki tata kelola pendapatan daerah. Melalui sistem yang semakin modern, proses pembayaran pajak dan retribusi diharapkan lebih mudah, cepat, transparan, dan akuntabel.
Transformasi digital juga diharapkan mampu memperluas pilihan kanal pembayaran bagi masyarakat. Dengan demikian, pelayanan perpajakan dapat berjalan lebih efisien sekaligus memberikan kemudahan bagi wajib pajak dan wajib retribusi.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek bertujuan meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta kualitas sumber daya manusia aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan dan mengoptimalkan pendapatan daerah.
Selain penguasaan teknis, peserta juga dibekali penguatan kemampuan komunikasi agar mampu menghadapi beragam karakteristik wajib pajak secara profesional.
Natalia menekankan pentingnya membangun pola komunikasi yang santun, persuasif, dan solutif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan pelayanan yang lebih baik antara aparatur pemerintah dan masyarakat.
Mengusung semangat “Bapenda Berbenah, Bapenda Menyapa”, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong perubahan pola kerja di lingkungan Bapenda.
Berbenah dimaknai sebagai komitmen memperbaiki sistem kerja dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi. Sementara menyapa merupakan upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga, serta memberikan pendampingan secara ramah dan profesional.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Bontang berharap peningkatan kompetensi aparatur dan pemanfaatan teknologi dapat berjalan beriringan. Dengan pelayanan yang semakin baik dan pengelolaan pendapatan yang lebih optimal, PAD diharapkan meningkat tanpa mengabaikan kemudahan serta kenyamanan masyarakat. (*)
Tidak ada komentar