Polda Kaltim Tanam 150 Pohon di Balikpapan, Perkuat Program Green Policing

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
6 Nov 2026 13:26
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) memperluas gerakan pelestarian lingkungan melalui program Green Policing. Kali ini, kegiatan penghijauan dilakukan di kawasan lahan kritis Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 13, Balikpapan Utara, Jumat (6/11/2026), dengan melibatkan masyarakat dan kelompok tani setempat.

Lebih dari 150 pohon dari berbagai jenis ditanam dalam kegiatan tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menambah tutupan vegetasi sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, mengatakan Green Policing merupakan program Kapolri yang dilaksanakan secara rutin, minimal satu kali dalam sepekan.

Menurutnya, peran kepolisian tidak hanya terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mencakup keterlibatan dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan.

“Kita ingin membuat lingkungan menjadi lebih hijau, sehat, dan ramah terhadap kondisi sekitar. Kita melihat lingkungan kita masih belum banyak pohon. Ke depan, mungkin kita bisa membuat lingkungan menjadi lebih sehat lagi,” ujar Endar.

Ia menjelaskan, kegiatan peduli lingkungan yang dijalankan Polda Kaltim tidak hanya berupa penanaman pohon. Sejumlah program lain juga dilakukan, seperti penanaman mangrove, pembersihan sungai dan saluran air, hingga pembangunan sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Endar menegaskan, keberhasilan program penghijauan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan. Menurutnya, penanaman pohon harus diikuti dengan kepedulian bersama untuk merawat dan menjaga tanaman agar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Ini juga milik kita semuanya, bukan hanya milik kepolisian. Harapan kita, ini menjadi milik bersama dan masyarakat ikut menjaga,” katanya.

Lebih dari sekadar kegiatan pelestarian lingkungan, Endar menilai kolaborasi tersebut juga menjadi sarana membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, berbagai persoalan di lingkungan masyarakat diharapkan dapat ditangani secara bersama-sama.

“Kita ingin menghadapi masalah masyarakat bersama-sama. Sehingga kalau persoalan itu bisa teratasi, insyaallah situasi keamanan juga bisa terjaga,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kapok Tani Makmur, Agus Basuki, menyambut positif pelaksanaan program penghijauan tersebut.

Ia menilai penanaman pohon menjadi langkah penting untuk memulihkan kawasan yang mengalami penurunan tutupan vegetasi. Keberadaan pepohonan, menurutnya, bukan hanya memperbaiki kondisi lingkungan secara visual, tetapi juga memiliki fungsi ekologis, terutama dalam menjaga ketersediaan air.

“Kita menyadari bahwa ini merupakan kebutuhan bersama. Penting untuk menghijaukan kembali lahan-lahan yang kondisi vegetasinya sudah berkurang. Dampaknya ke depan berkaitan dengan ketersediaan air,” kata Agus.

Selain berperan dalam menjaga sumber daya air, penghijauan juga dinilai mendukung upaya pemeliharaan cadangan karbon. Hal tersebut menjadi perhatian penting mengingat Kalimantan Timur memiliki kawasan hutan dan sumber daya alam yang berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Agus berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke wilayah lain, termasuk lahan milik masyarakat yang masih membutuhkan penambahan vegetasi.

“Kami berharap kegiatan ini bisa diterapkan di beberapa wilayah lain, termasuk lahan-lahan masyarakat yang kondisinya membutuhkan penanaman dan penambahan vegetasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar kolaborasi antara kepolisian, kelompok tani, dan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata. Perawatan pohon dan pengawasan kawasan hijau perlu menjadi bagian dari tindak lanjut agar manfaat penghijauan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui program Green Policing, Polda Kaltim berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan semakin tumbuh. Kolaborasi lintas pihak tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan Kalimantan Timur yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }