Neni mengingatkan bahwa masa depan daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, anak-anak harus mendapatkan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang mereka.BONTANG – Ancaman kekerasan, pelecehan seksual, perundungan hingga penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian serius dalam upaya melindungi generasi muda. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah dan sekolah, melainkan tanggung jawab bersama, terutama keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Neni saat menghadiri Seminar Parenting bertajuk WAJAR 19-21 dan Waspada Bahaya Narkoba serta Kekerasan pada Anak yang digelar SD Negeri 001 Bontang Selatan, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan berlangsung di Auditorium Taman 3D, Jalan Awang Long, Bontang, dengan melibatkan perwakilan dari 60 sekolah, para orang tua murid, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan perlindungan anak.
Dalam sambutannya, Neni mengingatkan bahwa masa depan daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, anak-anak harus mendapatkan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang mereka.
“Anak merupakan aset dan penentu masa depan daerah. Karena itu, kita harus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan terlindungi,” tegas Neni.
Ia juga meminta orang tua mengambil peran lebih aktif dalam mendampingi anak. Selain menjadi teladan di rumah, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka, menanamkan nilai-nilai moral, serta mengawasi penggunaan telepon genggam agar anak tidak terpapar konten negatif maupun pengaruh yang membahayakan.
Di sektor pendidikan, Neni menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembenahan fasilitas sekolah, penerapan metode pembelajaran inovatif, hingga pemberian bantuan sosial pendidikan.
Salah satu bentuk dukungan pemerintah diwujudkan melalui pembagian perlengkapan dan seragam sekolah gratis bagi murid, termasuk seragam Pramuka.
Seminar ini sendiri merupakan bagian dari Aksi Nyata Sahabat Sekolah Dasar, menyusul terpilihnya SDN 001 Bontang Selatan sebagai Sekolah Sahabat Sekolah Dasar Nasional 2026.
Selain Wali Kota, kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala SDN 001 Bontang Selatan Novita Susyati, Kepala BNN Kota Bontang Lulyana Ramdhani, serta Ketua Komite I DPD RI, Dr. dr. H. Andi Sofyan Hasdam, Sp.N.
Dalam kesempatan itu, Andi Sofyan Hasdam mengingatkan para orang tua agar tidak membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya. Menurutnya, setiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan potensi yang berbeda sehingga perlu mendapatkan pendampingan sesuai keunikannya.
Ia juga mendorong keluarga dan lingkungan sekolah membangun kebiasaan positif sejak dini. Salah satunya melalui kepedulian terhadap lingkungan dengan membiasakan Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT).
Sementara itu, materi seminar disampaikan oleh narasumber dari DP3AKB, Satpol PP, dan BNN Kota Bontang. Pembahasan mencakup pola asuh anak, komunikasi dalam keluarga, pengawasan penggunaan teknologi, hingga langkah pencegahan kekerasan dan bahaya narkoba.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga diharapkan semakin kuat. Dengan perlindungan dan pendampingan yang tepat, generasi muda Bontang diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, sehat, berkarakter, serta terbebas dari berbagai ancaman. (*)
Tidak ada komentar