Lantik Pengurus PKB Bontang 2026–2031, Syaruddin Tekankan Pentingnya Kerja Politik Setiap Hari

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
30 Okt 2026 20:21
2 menit membaca

BONTANG – Pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bontang periode 2026–2031 resmi dilantik, Kamis (29/10/2026). Pelantikan ini menjadi langkah awal memperkuat soliditas organisasi sekaligus memantapkan arah perjuangan partai ke depan.

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan orientasi politik dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab). Agenda ini dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi untuk menyusun strategi menghadapi perkembangan dan dinamika politik mendatang.

Ketua DPC PKB Bontang, Firman, menekankan pentingnya kehadiran kader di tengah kehidupan masyarakat. Ia meminta seluruh jajaran partai tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga membangun komunikasi dan kedekatan dengan warga.

Menurutnya, hubungan yang baik dengan masyarakat merupakan modal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap PKB.

“Mari kita bangun PKB yang terus hadir di tengah-tengah masyarakat dan meningkatkan komunikasi dengan masyarakat,” ujarnya.

Pesan serupa disampaikan Ketua DPW PKB Kalimantan Timur, Syaruddin. Ia mengingatkan seluruh kader agar tidak terjebak pada anggapan bahwa kontestasi politik masih jauh. Sebaliknya, seluruh jajaran partai harus menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk bekerja dan membangun kepercayaan masyarakat.

“Jangan menganggap pemilu masih lama. Anggaplah bahwa setiap hari itu adalah pemilu,” tegas Syaruddin.

Ia menjelaskan, semangat tersebut perlu menjadi pola pikir setiap kader dan politisi PKB. Dengan begitu, kerja politik tidak hanya berorientasi pada perolehan suara saat pemilu, tetapi juga diwujudkan melalui aktivitas dan pengabdian yang konsisten kepada masyarakat.

Selain itu, Syaruddin meminta kader mampu membaca berbagai fenomena politik yang berkembang. Hasil pengamatan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi dalam merancang strategi partai agar tetap sejalan dengan prinsip dan landasan perjuangan PKB.

“Ini fenomena yang harus kita bedah dan cermati agar kita bisa mendesain politik PKB yang berpijak pada Manhaj Al-Fikr atau Mabda Siyasi PKB,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }