Pemkot Balikpapan Dukung Penambahan Tiga SPBU Subsidi, Dishub Kaji Dampak Lalu Lintas

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
30 Okt 2026 14:15
Warta 0
2 menit membaca

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendukung rencana penambahan tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang melayani BBM bersubsidi. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan antrean kendaraan yang selama ini terjadi di sejumlah titik pengisian BBM.

Namun, penambahan fasilitas tersebut perlu diikuti kajian lalu lintas agar tidak menimbulkan persoalan baru di jalan. Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan pun menyiapkan evaluasi terhadap akses dan kondisi jalan di sekitar lokasi yang direncanakan.

Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan aspek kelancaran lalu lintas menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam mendukung rencana tersebut.

Menurutnya, penambahan SPBU harus mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tanpa mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya. Karena itu, kapasitas antrean, akses keluar-masuk kendaraan, hingga kondisi ruas jalan sekitar perlu diperhitungkan sejak awal.

“Pada prinsipnya kami mendukung penambahan SPBU ini karena tujuannya untuk mengurai antrean. Tetapi aspek lalu lintas juga harus dipastikan agar antrean tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” kata Fadli, Kamis (29/10/2026).

Tiga lokasi yang masuk dalam rencana pembangunan SPBU tersebut yakni Jalan MT Haryono di Balikpapan Selatan, kawasan Kebun Sayur di Balikpapan Barat, serta Teritip di Balikpapan Timur.

Rencana penambahan titik pelayanan ini merupakan inisiatif Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan untuk memperluas akses BBM bersubsidi sekaligus mengurangi penumpukan kendaraan di sejumlah SPBU yang selama ini menjadi pusat antrean.

Fadli menjelaskan, setiap lokasi memiliki karakteristik jalan dan tingkat kepadatan kendaraan yang berbeda. Oleh sebab itu, pengaturan lalu lintas harus disesuaikan dengan kondisi kawasan masing-masing.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah rencana SPBU di Jalan MT Haryono. Dishub akan mencermati sejumlah aspek, mulai dari lebar badan jalan, keberadaan median pembatas, akses kendaraan, hingga jarak lokasi dengan persimpangan.

“Yang kami lihat bukan hanya SPBU-nya, tetapi bagaimana kendaraan masuk, mengantre dan keluar. Semua harus bisa berjalan dengan baik sehingga pelayanan meningkat dan lalu lintas tetap lancar,” ujarnya.

Sebelumnya, Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap rencana tersebut. Menurutnya, penambahan SPBU harus benar-benar menjadi solusi atas persoalan antrean BBM, bukan justru memunculkan hambatan baru.

“Jangan sampai rencananya mengantisipasi kemacetan, tetapi malah meninggalkan masalah baru,” kata Sudirman.

Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Dishub Balikpapan akan berkoordinasi dengan Pertamina dan kepolisian. Koordinasi tersebut diperlukan agar pengaturan kendaraan di sekitar SPBU dapat dirancang sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.

Pemkot berharap penambahan tiga SPBU dapat mendistribusikan antrean kendaraan ke lebih banyak titik. Dengan demikian, pelayanan BBM bersubsidi bisa semakin mudah diakses masyarakat, sementara kelancaran dan keselamatan lalu lintas tetap terjaga. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }