Polisi Periksa 4 Saksi dan Sisir Rekaman CCTV, Pelaku Pembuangan Bayi di Balikpapan Masih Misterius

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
23 Jul 2026 00:26
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Balikpapan terus mengintensifkan penyelidikan kasus penemuan bayi perempuan yang diduga sengaja ditinggalkan di kawasan Gang Villa, RT 025, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Rabu (22/7/2026) dini hari.

Sejumlah langkah telah dilakukan penyidik untuk mengungkap pelaku, mulai dari memeriksa saksi-saksi, mengamankan barang bukti, hingga menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi penemuan bayi.

Kasatreskrim Polresta Balikpapan AKP Agus Fitriyadi, mewakili Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy, mengatakan laporan pertama diterima melalui layanan Call Center 110 sekitar pukul 00.20 WITA.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung menuju lokasi dan menemukan seorang bayi perempuan yang masih terbungkus kain berwarna kuning. Dari hasil pemeriksaan awal, bayi tersebut diduga baru saja dilahirkan sebelum ditinggalkan di lokasi.

“Bayi ditemukan dalam kondisi terbungkus kain warna kuning dan diduga baru dilahirkan,” ujar Agus.

Sebelum ditemukan warga, suara tangisan bayi sempat memecah keheningan malam dan membuat warga sekitar keluar rumah untuk mencari sumber suara. Setelah dilakukan pencarian, bayi tersebut ditemukan dalam kondisi terlantar dan segera diamankan oleh warga sebelum petugas tiba.

“Diamankan oleh warga sekitar,” katanya.

Untuk memastikan keselamatan dan kondisi kesehatan bayi, kepolisian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Bayi kemudian dibawa ke RSUD Beriman Balikpapan guna mendapatkan penanganan medis serta perlindungan hak-haknya sebagai anak.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan membawa bayi perempuan tersebut ke RSUD Beriman untuk mendapatkan perawatan serta pemenuhan hak-hak anak. Saat ini tim kami masih melakukan penyelidikan,” jelas Agus.

Ia menyebut kondisi bayi kini berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan dari tenaga medis.

“Alhamdulillah kondisi bayi saat ini membaik dan masih dalam perawatan medis,” ujarnya.

Sementara itu, upaya pengungkapan pelaku terus dilakukan. Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan dari empat orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Sudah ada sekitar empat orang saksi yang kami periksa, seluruhnya merupakan warga sekitar lokasi,” kata Agus.

Meski demikian, polisi masih mendalami apakah ada saksi yang melihat langsung orang yang membawa maupun meninggalkan bayi tersebut.

“Hal itu masih kami dalami dalam proses penyelidikan,” tambahnya.

Selain mengumpulkan keterangan saksi, penyidik juga tengah menelusuri rekaman CCTV yang berada di sekitar tempat kejadian perkara maupun jalur yang diduga dilalui pelaku.

“Kami sedang mengupayakan pencarian rekaman CCTV yang dapat membantu mengungkap identitas pelaku,” ujarnya.

Menurut Agus, penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan menggabungkan hasil pemeriksaan saksi, analisis barang bukti, serta rekaman kamera pengawas yang berhasil diperoleh.

“Kami terus melakukan penyelidikan secara intensif, mulai dari pengumpulan barang bukti, pemeriksaan saksi hingga penelusuran CCTV di sekitar lokasi penemuan bayi,” tegasnya.

Dari lokasi kejadian, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa kain atau selimut berwarna kuning yang digunakan untuk membungkus bayi serta tali pusat yang masih menempel saat bayi ditemukan.

“Sementara barang bukti yang kami amankan berupa selimut warna kuning dan tali pusat atau ari-ari yang ditemukan bersama bayi,” ungkapnya.

Hingga kini, Satreskrim Polresta Balikpapan masih memburu pihak yang diduga bertanggung jawab atas penelantaran bayi tersebut. Polisi juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian itu untuk segera melapor guna membantu proses pengungkapan kasus.

Dengan dukungan keterangan saksi dan rekaman CCTV yang sedang ditelusuri, penyidik berharap identitas pelaku dapat segera terungkap sehingga kasus penelantaran bayi ini dapat dituntaskan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }