Karhutla 458 Hektare Mengancam Sekitar IKN, Otorita Pastikan Api Tak Mendekati KIPP

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
8 Sep 2026 18:56
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah kawasan di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) masih menjadi perhatian serius. Meski titik kebakaran berada cukup jauh dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Otorita IKN memastikan seluruh lokasi terdampak terus dipantau dan ditangani.

Sejumlah titik karhutla berada di kawasan Bukit Tengkorak dan Bukit Merdeka, wilayah Wonotirto. Lokasinya diperkirakan berjarak sekitar 20 hingga 40 kilometer dari KIPP IKN.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan jarak tersebut menjadi salah satu indikator untuk menggambarkan posisi kebakaran yang saat ini ditangani tim gabungan.

“Ini Bukit Tengkorak. Kedua, Bukit Merdeka, Wonotirto. Cukup jauh lokasinya, jaraknya 20-40 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan,” kata Danis saat meninjau penanganan karhutla bersama Danlanud Dhomber Balikpapan Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksono, Selasa (8/9/2026).

458 Hektare Terdampak, Bukan Berarti Terbakar Semua

Danis menjelaskan, luas kawasan yang terdampak karhutla di sejumlah lokasi tersebut mencapai sekitar 458 hektare.

Namun, ia menegaskan angka tersebut tidak berarti seluruh kawasan seluas 458 hektare hangus terbakar. Luasan tersebut merupakan area terdampak yang di dalamnya terdapat sejumlah titik api.

“Sebetulnya itu area yang terdampak. Jadi bukan yang terbakar 458 hektare, tetapi area yang terdampak. Di dalam area tersebut ada titik-titik,” jelasnya.

Pemantauan melalui drone juga menunjukkan bahwa api tidak membakar seluruh kawasan secara merata. Titik kebakaran hanya berada di bagian-bagian tertentu.

“Seolah-olah kalau 458 hektare itu terbakar semua, tidak. Jadi ada spot-spot,” ujarnya.

Hari Keempat, Water Bombing Terus Digencarkan

Penanganan karhutla dilakukan secara simultan melalui jalur darat dan udara.

Ratusan personel dilibatkan, terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat, hingga tim yang bertugas di sepanjang jalur tol bersama Jasa Marga.

Dari udara, operasi water bombing sekaligus pemantauan titik api terus dilakukan. Danis mengatakan operasi tersebut telah memasuki hari keempat.

Pada Selasa (8/9/2026), pemadaman udara dilakukan dalam dua sorti penerbangan untuk memantau sekaligus menangani titik-titik yang masih membutuhkan penanganan.

Hasil pemantauan menunjukkan kondisi di sejumlah lokasi mulai membaik. Sebagian besar titik di Bukit Merdeka telah berhasil dikendalikan, sementara kondisi di Wonotirto relatif membaik meski masih menyisakan beberapa titik.

“Jadi hasil pandangan siang ini relatif di semua Bukit Merdeka sudah dapat diatasi. Wonotirto sedikit. Sisa tadi adalah di Bukit Tengkorak dan kemudian sebagian di Wonotirto,” kata Danis.

Api Dipadamkan, Patroli Tetap Jalan

Otorita IKN tidak ingin kebakaran yang telah dipadamkan kembali muncul. Karena itu, pemantauan tetap dilakukan meski sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan.

Danis meminta personel di lapangan tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga melakukan patroli untuk memastikan tidak ada titik api baru.

“Kita minta teman-teman melakukan patroli di darat. Jangan sampai ada timbul lagi, apa pun penyebabnya,” tegasnya.

Pemantauan dari udara juga terus dilakukan untuk mendapatkan gambaran terbaru mengenai kondisi titik-titik kebakaran. Informasi tersebut menjadi dasar bagi tim gabungan dalam menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Dengan lokasi kebakaran yang berada sekitar 20 hingga 40 kilometer dari KIPP, Otorita IKN memastikan pengawasan tetap dilakukan secara berlapis melalui operasi darat dan udara.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali muncul maupun meluas ke kawasan lain di sekitar IKN. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }