Antisipasi ISPA di Tengah Kemarau, PMI Bontang Bagikan 3.850 Masker ke Pengendara

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
8 Sep 2026 19:03
2 menit membaca

BONTANG – Ancaman gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara di tengah musim kemarau mulai diantisipasi. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bontang membagikan ribuan masker kepada masyarakat, khususnya pengendara yang beraktivitas di luar ruangan.

Sebanyak 3.850 masker dibagikan dalam kegiatan yang berlangsung di Simpang Lampu Merah Bontang Baru, Senin (7/9/2026). Bantuan tersebut terdiri dari 3.500 masker medis dan 350 masker kain yang merupakan dukungan dari PMI Pusat.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan Pemerintah Kota Bontang. Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM, Lukman, hadir mewakili Pemkot Bontang sekaligus berinteraksi langsung dengan relawan dan masyarakat.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama apabila kualitas udara menurun akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pengendara menjadi salah satu kelompok yang menjadi perhatian karena memiliki intensitas tinggi berada di ruang terbuka dan berhadapan langsung dengan paparan udara selama beraktivitas.

Lukman mengatakan, langkah preventif perlu dilakukan meskipun titik kebakaran di wilayah Bontang relatif minim dibandingkan sejumlah daerah di sekitarnya.

“Ini merupakan langkah antisipasi agar masyarakat terlindungi dari paparan asap maupun udara yang kurang sehat, khususnya di tengah musim kemarau,” ujar Lukman.

Jangan Tunggu Udara Memburuk

Menurut Lukman, pembagian masker tidak boleh dipandang sebagai satu-satunya solusi menghadapi ancaman pencemaran udara. Pencegahan sumber masalah juga harus dilakukan secara bersama-sama.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering.

Kebiasaan membakar sampah yang dianggap sederhana dapat berubah menjadi persoalan serius ketika api tidak terkendali. Kondisi lahan yang kering dan hembusan angin berpotensi membuat api dengan cepat merambat ke area sekitarnya.

“Jangan membakar sampah karena kondisi cuaca saat ini cukup kering. Kita tidak tahu api itu bisa merambat ke mana,” pesannya.

Pemkot Bontang pun mendorong masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Tidak hanya dengan melindungi diri dari paparan udara yang tidak sehat, tetapi juga ikut mencegah munculnya sumber asap dan titik api baru.

Bagi pemerintah daerah, menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah kebakaran merupakan dua hal yang saling berkaitan. Ketika kebakaran terjadi dan menghasilkan asap, dampaknya tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi bersama PMI dan seluruh elemen masyarakat, Pemkot Bontang berharap upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini sehingga dampak musim kemarau terhadap kesehatan dan lingkungan dapat ditekan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }