IPA Waduk Manggar Terganggu, PTMB Kerahkan 17 Truk Tangki untuk Pasokan Air Warga

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
8 Sep 2026 11:38
4 menit membaca

Balikpapan – Krisis air baku akibat kemarau panjang mulai berdampak pada pelayanan air bersih di sejumlah wilayah Kota Balikpapan. Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) pun menyiapkan 17 armada truk tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan pelanggan yang terdampak berkurangnya produksi air.

Direktur Teknik PTMB M. Kohiruddin mengatakan, dari total sembilan instalasi pengolahan air (IPA) yang dimiliki perusahaan, dua di antaranya mengalami gangguan akibat terbatasnya pasokan air baku.

Kedua instalasi tersebut yakni IPA Teritip yang melayani wilayah Balikpapan Timur dan IPA Waduk Manggar Km 12 di kawasan Karang Joang, Balikpapan Utara.

“Dari sembilan pengolahan yang kami miliki, ada dua layanan IPA pengolahan yang agak sedikit terganggu,” ujar Kohiruddin dalam rilis bersama media di Kantor Pemkot Balikpapan, Senin (7/9/2026).

Gangguan paling signifikan terjadi pada IPA Waduk Manggar Km 12. Instalasi yang biasanya mampu menghasilkan sekitar 80 hingga 100 liter per detik tersebut kini tidak dapat beroperasi secara penuh.

“IPA Waduk Manggar Km 12 yang biasanya sampai 80 atau 100, sekarang mati total dan hanya bisa mungkin beroperasi di sore atau malam hari saja,” jelasnya.

Sementara itu, IPA Teritip juga mengalami penurunan kapasitas produksi hampir separuh dari kondisi normal. Jika biasanya mampu menghasilkan sekitar 200 hingga 220 liter per detik, saat ini produksinya hanya berkisar 100 sampai 110 liter per detik.

Penurunan produksi kedua IPA tersebut membuat pola distribusi air kepada pelanggan ikut berubah. PTMB mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak agar memahami kemungkinan berkurangnya waktu aliran air.

“Untuk pelayanan di dua IPA tersebut, mohon maaf kami hanya bisa melayani mungkin tidak maksimal 24 jam, tapi akan mendapatkan air mungkin di bawah 12 jam,” kata Kohiruddin.

Meski distribusi tidak lagi berlangsung seperti kondisi normal, PTMB memastikan pelayanan tetap diupayakan. Sementara tujuh IPA lainnya masih beroperasi seperti biasa.

17 Truk Tangki Disiagakan

Untuk mengantisipasi dampak berkurangnya produksi, PTMB memperkuat pelayanan melalui distribusi air menggunakan truk tangki.

Sebanyak 17 unit armada disiapkan dan ditempatkan pada tiga titik pelayanan. Masing-masing kendaraan mampu membawa sekitar 5.000 liter atau 5 meter kubik air dalam sekali pengiriman.

Dalam kondisi tertentu, satu armada dapat melakukan hingga lima kali pengantaran dalam sehari. Namun, jumlah perjalanan sangat bergantung pada jarak tempuh dan kondisi akses menuju lokasi pelanggan.

“Kalau sehari satu unit itu bisa sampai lima rit. Karena memang titik antarannya bervariasi. Ada yang sangat jauh sehingga cukup memakan waktu. Ada yang daerahnya dekat, tapi kadang akses masuknya agak susah,” terang Kohiruddin.

Kebutuhan air melalui layanan tangki juga meningkat tajam. Minimnya hujan selama hampir dua bulan membuat masyarakat di sejumlah wilayah semakin mengandalkan pasokan dari armada tangki.

“Permintaannya cukup tinggi. Mengingat hampir dua bulan ini tidak ada hujan, jadi memang masyarakat sangat bergantung sekali dengan air tangki seperti itu,” ungkapnya.

Tingginya permintaan tersebut membuat PTMB belum selalu dapat memenuhi seluruh permintaan pelanggan dalam waktu singkat.

Pelanggan Hanya Bayar Rp50 Ribu per Tangki

Di tengah meningkatnya kebutuhan air, PTMB tetap memberikan subsidi bagi pelanggan yang mendapatkan pasokan melalui truk tangki.

Mengacu pada Peraturan Wali Kota Balikpapan tahun 2014, pelanggan PTMB dikenakan tarif Rp50.000 untuk satu tangki air. Padahal, biaya transportasi yang harus ditanggung perusahaan mencapai sekitar Rp250.000 untuk setiap pengiriman.

Menurut Kohiruddin, subsidi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan agar pelanggan tetap mendapatkan akses air bersih ketika pasokan dari jaringan distribusi mengalami keterbatasan.

“Ini sebagai tanggung jawab Perumda bisa memberikan air kepada masyarakat Kota Balikpapan yang statusnya sebagai pelanggan,” katanya.

Sementara untuk masyarakat yang belum berstatus sebagai pelanggan PTMB, tarif layanan air tangki diberlakukan berbeda.

Kemarau Diprediksi Bertahan hingga Oktober

PTMB masih memantau kondisi sumber air baku, terutama waduk yang menjadi penopang sistem produksi air bersih Kota Balikpapan.

Namun, terkait perkembangan cuaca dan curah hujan, PTMB mengacu pada informasi dari BMKG.

“Kami hanya tahunya ada air di waduk. Kita juga tidak tahu apakah di utara di Waduk Manggar, Km. 12, Karang Joang, Balikpapan Utara atau di Waduk Teritip, Balikpapan Timur ada hujan. Kami juga belum ter-update informasi seperti itu,” tutur Kohiruddin.

Dalam rapat bersama BMKG, PTMB memperoleh informasi bahwa kondisi kemarau masih berpotensi berlangsung hingga September dan Oktober.

“Rapat hari Jumat terakhir disampaikan September sampai dengan Oktober masih kemarau,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }