
BALIKPAPAN – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) memperkuat konsolidasi internal dan menyelaraskan strategi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan melalui Rapat Kerja Semester II Tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proyek-proyek strategis berjalan sesuai target sekaligus mendukung keandalan pasokan listrik di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang digelar di Aula PLN HUB Balikpapan pada Selasa (14/7/2026) tersebut menjadi forum evaluasi capaian kinerja semester pertama sekaligus wadah merumuskan strategi percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan pada paruh kedua tahun ini.
Rapat kerja dihadiri General Manager PLN UIP KLT Dewanto, jajaran Senior Manager, Manager Unit Pelaksana Proyek, Manager Subbidang, hingga Assistant Manager di lingkungan PLN UIP KLT.
Dalam arahannya, Dewanto menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya bergantung pada kinerja satu bidang, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh elemen organisasi.
Menurutnya, setiap unit memiliki peran yang saling terhubung sehingga diperlukan komitmen bersama untuk bergerak dalam satu visi dan langkah yang sama demi mencapai target perusahaan.
“Seluruh insan PLN UIP KLT harus terus memperkuat kolaborasi, saling mendukung, dan menjaga komitmen agar setiap proyek dapat diselesaikan secara optimal. Keberhasilan yang kita capai nantinya bukan hanya untuk perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan pasokan listrik yang andal,” ujar Dewanto.
Usai pembukaan, rapat dilanjutkan dengan pemaparan capaian kinerja masing-masing bidang dan unit pelaksana proyek. Selain mengevaluasi progres pekerjaan selama Semester I 2026, forum tersebut juga membahas berbagai tantangan yang masih dihadapi di lapangan serta langkah-langkah strategis yang perlu ditempuh untuk mempercepat penyelesaian proyek.
Berbagai isu strategis menjadi perhatian dalam diskusi, mulai dari aspek perencanaan, pengadaan, konstruksi, perizinan, pertanahan, hingga kebutuhan dukungan lintas fungsi yang berpengaruh terhadap kelancaran pelaksanaan proyek.
Melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, setiap unit diberikan ruang untuk menyampaikan kendala dan kebutuhan dukungan sehingga solusi yang dihasilkan dapat dijalankan secara terintegrasi dan tidak bersifat parsial.
Dewanto menekankan bahwa koordinasi yang kuat antarbidang menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas pelaksanaan proyek. Dengan kerja sama yang baik, berbagai hambatan dapat diantisipasi lebih cepat dan target pembangunan dapat dicapai sesuai jadwal.
“Kolaborasi antarbidang merupakan kunci utama keberhasilan proyek. Ketika perencanaan, pengadaan, konstruksi, perizinan, komunikasi, hingga dukungan operasional berjalan selaras, proses pembangunan akan lebih efektif, kualitas pekerjaan tetap terjaga, dan seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai ketentuan,” katanya.
Melalui penyelarasan strategi Semester II Tahun 2026, PLN UIP KLT menargetkan pelaksanaan proyek infrastruktur ketenagalistrikan dapat berlangsung lebih terukur, efektif, dan tepat sasaran. Penyelesaian proyek secara tepat waktu diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memberikan layanan yang semakin baik bagi masyarakat di wilayah Kalimantan.
Rapat kerja ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang solid, loyal, dan adaptif di lingkungan PLN UIP KLT. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, perusahaan optimistis mampu menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kalimantan. (*)
Tidak ada komentar