Perempuan yang identitasnya dirahasiakan itu mengaku pernah terjerumus menggunakan narkotika jenis sabu saat berada dalam kondisi tertekan akibat persoalan rumah tangga.Balikpapan – Keinginan untuk memperbaiki hidup dan kembali menjadi sosok terbaik bagi ketiga anaknya mendorong seorang ibu rumah tangga di Balikpapan mengambil langkah penting. Ia memilih menjalani rehabilitasi narkotika melalui layanan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di Puskesmas Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur.
Perempuan yang identitasnya dirahasiakan itu mengaku pernah terjerumus menggunakan narkotika jenis sabu saat berada dalam kondisi tertekan akibat persoalan rumah tangga. Di tengah beban emosional yang dialaminya, ia menerima tawaran dari seorang teman untuk mencoba barang haram tersebut.
“Awalnya karena sedang ada konflik dengan suami. Sebenarnya sesederhana itu penyebabnya,” ujarnya saat mengikuti program rehabilitasi di Puskesmas Mekar Sari, Selasa (23/6/2026).
Menurut pengakuannya, sabu tersebut diperoleh dari seorang teman dan hanya digunakan sekali. Namun pengalaman singkat itu meninggalkan dampak yang sangat besar terhadap kondisi mental dan kehidupannya.
“Saya dapatnya dari teman. Mungkin hanya sekali memakai, tetapi setelah itu tidak ada hal baik yang saya rasakan. Semuanya seperti hancur, pikiran jadi blank,” katanya.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia menyadari bahwa narkotika tidak mampu menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi, bahkan justru memperburuk keadaan. Kesadaran itu membuatnya memutuskan menjalani rehabilitasi secara sukarela melalui layanan IPWL.
Ia menegaskan keputusan tersebut lahir dari keinginannya sendiri tanpa tekanan dari keluarga maupun pihak lain.
“Tidak ada yang memaksa. Saya sendiri yang ingin menjalani ini. Karena saya sadar tidak ada manfaatnya. Justru membuat masalah semakin banyak dan hidup semakin hancur,” ungkapnya.
Meski persoalan rumah tangga yang menjadi pemicu awal belum sepenuhnya selesai, ia kini berusaha menghadapi semuanya dengan cara yang lebih sehat dan positif.
“Masalahnya sebenarnya masih ada. Tapi kalau ingin hidup lebih baik, semuanya tergantung diri kita sendiri. Saya berusaha menjalani dengan baik,” ujarnya.
Baginya, pengalaman itu menjadi pelajaran berharga yang tidak akan dilupakan. Ia berharap kisah yang dialaminya dapat menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa narkotika bukan solusi atas tekanan hidup maupun persoalan pribadi.
“Bukan solusi sama sekali. Malah membuat keadaan semakin hancur,” tegasnya.
Saat ini ia fokus menjalani proses pemulihan agar dapat kembali sehat secara fisik maupun mental. Harapan terbesarnya adalah bisa kembali menjalankan peran sebagai ibu yang baik dan menjadi teladan bagi anak-anaknya.
“Harapan saya bisa benar-benar bersih dan berpikir lebih jernih. Saya ingin menjadi contoh yang baik bagi anak-anak dan menjadi ibu yang baik untuk mereka,” tuturnya.
Program IPWL sendiri merupakan layanan rehabilitasi yang disediakan pemerintah bagi penyalahguna narkotika yang ingin memperoleh pemulihan secara sukarela. Melalui program ini, peserta mendapatkan pendampingan untuk memulihkan kondisi kesehatan, meningkatkan fungsi sosial, serta membangun kembali kehidupan yang lebih produktif dan sehat. (*)
Tidak ada komentar