Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.BERAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat sistem pengawasan wilayah perairan dengan memanfaatkan teknologi radar yang terintegrasi dengan Automatic Identification System (AIS). Perangkat ini akan digunakan untuk memantau aktivitas kapal secara real time sekaligus memperketat pengawasan terhadap potensi pelanggaran di laut.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengatakan radar tersebut merupakan bantuan hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Keberadaan perangkat itu dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keamanan serta pengawasan lalu lintas kapal yang melintasi perairan Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Berau.
“Pemprov Kaltim menerima hibah radar yang akan sangat membantu dalam mengawasi kapal-kapal yang memasuki wilayah perairan kita. Berau menjadi salah satu kawasan yang sangat penting untuk pengawasan ini,” ujar Rudy di Berau, Rabu.
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah masih menghadapi keterbatasan dalam memonitor aktivitas kapal di wilayah laut. Tidak sedikit kapal yang melintas tanpa melaporkan dokumen pelayaran kepada otoritas yang berwenang sehingga berpotensi menimbulkan pelanggaran.
Dengan integrasi radar dan AIS, identitas kapal, posisi, arah pelayaran, hingga kecepatan dapat dipantau secara langsung. Teknologi tersebut memungkinkan aparat melakukan pengawasan lebih cepat dan akurat terhadap setiap kapal yang memasuki perairan Kalimantan Timur.
Rudy menjelaskan, penguatan sistem pengawasan menjadi kebutuhan mendesak mengingat wilayah pesisir Berau berada di jalur pelayaran yang strategis dan berbatasan dengan kawasan internasional. Selain itu, daerah ini memiliki sejumlah pulau terluar yang rentan terhadap aktivitas ilegal, seperti penangkapan ikan tanpa izin maupun kapal yang beroperasi tanpa kelengkapan administrasi.
Ia berharap kehadiran radar tersebut tidak hanya meningkatkan keamanan wilayah perairan, tetapi juga memberikan dukungan bagi pengembangan sektor kelautan, perikanan, hingga pariwisata bahari yang menjadi salah satu potensi unggulan Kalimantan Timur.
Agar perangkat dapat segera dimanfaatkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga telah berkoordinasi dengan Bea Cukai untuk mempercepat proses administrasi pengeluaran barang hibah. Dengan demikian, radar dapat segera dipasang dan dioperasikan guna memperkuat sistem pengawasan laut di wilayah Kaltim. (*)
Tidak ada komentar