Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mulai mengambil langkah strategis untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat di RSUD Taman Husada Bontang. Salah satu upaya yang disiapkan adalah pembangunan Gedung C guna menambah kapasitas pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Langkah ini menyusul tingginya jumlah pasien yang datang setiap hari, sementara kapasitas rawat inap yang tersedia dinilai sudah tidak lagi memadai. Saat ini, RSUD Taman Husada yang berstatus rumah sakit tipe B hanya memiliki 154 tempat tidur untuk melayani masyarakat.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa sektor kesehatan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Pembangunan fasilitas kesehatan merupakan investasi penting untuk menjamin masyarakat mendapatkan pelayanan medis yang layak. Saya tetap berupaya agar rencana pengembangan rumah sakit ini bisa terwujud,” ujar Neni, baru-baru ini.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan pelayanan kesehatan. Ia mengingatkan bahwa pembangunan RSUD Taman Husada pada masa lalu juga dilakukan saat kondisi keuangan daerah tidak sedang dalam posisi terbaik.
“Ketika rumah sakit ini mulai dibangun dulu, kondisi APBD juga sedang mengalami penurunan. Namun dengan komitmen yang kuat, pembangunan tetap bisa diselesaikan dengan nilai investasi sekitar Rp800 miliar,” katanya.
Neni menilai pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan sektor kesehatan harus tetap berjalan meskipun di tengah tantangan fiskal. Terlebih, tren kunjungan pasien di RSUD Taman Husada terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, baik untuk layanan rawat inap maupun rawat jalan.
Meningkatnya jumlah pasien, lanjut dia, menunjukkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan sekaligus meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diberikan rumah sakit daerah tersebut.
“Pelayanan harus terus ditingkatkan. Selain fasilitas, kita juga perlu menambah tenaga dokter spesialis sesuai kebutuhan agar pelayanan semakin optimal,” ungkapnya.
Selain memperluas kapasitas ruang perawatan, pembangunan Gedung C nantinya diharapkan mampu menghadirkan fasilitas yang lebih modern dan nyaman bagi pasien. Kehadiran gedung baru itu juga diproyeksikan mendukung peningkatan kualitas layanan medis secara menyeluruh.
Meski demikian, Neni menegaskan bahwa proses pembangunan harus diawali dengan perencanaan yang matang. Berbagai dokumen pendukung, mulai dari Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), UKL-UPL, hingga persyaratan teknis lainnya harus disiapkan sejak awal agar proyek dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Kalau tidak direncanakan dari sekarang, tentu akan sulit direalisasikan. Karena itu seluruh persyaratan harus dipenuhi lebih dulu agar pembangunan berjalan lancar dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pemkot Bontang juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dalam pembiayaan proyek tersebut sehingga pengembangan rumah sakit dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Doakan saja semoga rencana ini bisa segera terlaksana sehingga masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang semakin baik,” tutup Neni. (*)
Tidak ada komentar