Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.
BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemberantasan narkotika serta memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Momentum Hari Anti-Narkoba Internasional (HANI) 2026 dijadikan sebagai pengingat penting bahwa perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, SE, ME, mengajak masyarakat menjadikan peringatan HANI sebagai momentum memperkuat tekad bersama dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
“Narkotika bukan hanya persoalan hukum, tetapi ancaman nyata terhadap kualitas sumber daya manusia, masa depan generasi muda, dan kemajuan daerah. Karena itu, mari jadikan Hari Anti-Narkoba Internasional sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Menurut Rahmad, upaya memerangi narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Diperlukan keterlibatan aktif pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, hingga keluarga sebagai benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.
Ia menilai strategi pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan penegakan hukum yang tegas serta penguatan edukasi dan ketahanan keluarga sebagai langkah pencegahan jangka panjang.
“Peran keluarga sangat penting. Pengawasan dan komunikasi yang baik di lingkungan keluarga menjadi fondasi utama untuk mencegah generasi muda terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga memberikan apresiasi kepada Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta berbagai instansi terkait atas keberhasilan menggagalkan penyelundupan sekitar 3,37 ton narkotika yang berpotensi merusak jutaan generasi bangsa.
Menurutnya, keberhasilan pengungkapan tersebut menunjukkan bahwa sinergi dan kolaborasi lintas lembaga mampu memberikan hasil nyata dalam upaya memutus mata rantai peredaran narkotika.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa kerja sama yang kuat dapat memberikan dampak besar dalam melindungi masyarakat. Kita harus terus mendukung upaya-upaya seperti ini agar Indonesia, termasuk Kota Balikpapan, terbebas dari ancaman jaringan narkotika,” ujarnya.
Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan memiliki tingkat mobilitas penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat. Kondisi tersebut, menurut Rahmad, harus diimbangi dengan kewaspadaan bersama terhadap potensi masuknya jaringan peredaran narkoba melalui berbagai jalur.
Karena itu, Pemkot Balikpapan akan terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan BNN, kepolisian, instansi vertikal, lembaga pendidikan, serta organisasi kemasyarakatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkotika.
Selain penindakan terhadap pelaku kejahatan narkotika, upaya pencegahan melalui sosialisasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda.
Rahmad pun mengajak seluruh warga Balikpapan untuk berperan aktif dalam memerangi narkoba dengan menjaga lingkungan sekitar, memperkuat pengawasan terhadap keluarga, dan tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Balikpapan untuk tidak memberikan ruang sedikit pun bagi narkoba. Lindungi keluarga, peduli terhadap lingkungan sekitar, dan berani melapor apabila mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkotika. Dengan kebersamaan, kita dapat mewujudkan Balikpapan yang sehat, aman, dan melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Peringatan HANI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, melainkan gerakan bersama demi menjaga masa depan bangsa dan menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. (*)
Tidak ada komentar