Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Media Diskominfo, Rabu (15/4/2026). (Fahrul/Pranala.co)
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mulai mengakselerasi persiapan Sensus Ekonomi 2026. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), sosialisasi digelar bersama Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai upaya memastikan kualitas data yang akan menjadi dasar kebijakan pembangunan ke depan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Media Diskominfo ini, menempatkan sensus ekonomi bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen strategis membaca kondisi riil perekonomian daerah. Sejumlah awak media dilibatkan untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Bontang, Siti Zulaiha, menegaskan sensus ekonomi hanya dilakukan satu dekade sekali dan memiliki peran krusial dalam perencanaan pembangunan.
“Sensus ekonomi ini momentum penting. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar kebijakan, sehingga perlu dukungan semua pihak,” ujarnya.
Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Pendataan mencakup seluruh aktivitas ekonomi, dari usaha mikro hingga perusahaan besar, guna memotret struktur ekonomi secara menyeluruh.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam sambutan yang disampaikan melalui video, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kualitas data sangat bergantung pada kejujuran responden.
“Berikan data yang benar, lengkap, dan jujur. Ini akan menentukan arah pembangunan daerah ke depan,” katanya.
Senada, Kepala BPS Bontang, Nur Wahid, menyebut validitas data menjadi kunci agar kebijakan pemerintah tepat sasaran. Tanpa data yang akurat, perencanaan berisiko meleset dari kebutuhan riil masyarakat.
“Sensus ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk masa depan bersama. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang berdampak langsung,” ujarnya.
Sosialisasi ini diharapkan kesadaran publik meningkat dan partisipasi masyarakat dalam sensus dapat optimal. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi pijakan utama dalam merumuskan kebijakan ekonomi, mulai dari penguatan UMKM hingga penentuan arah investasi.
Sensus Ekonomi 2026 pun diposisikan sebagai langkah strategis Bontang untuk memastikan pembangunan berjalan berbasis data, terukur, dan tepat sasaran. (ADS/FR)
Tidak ada komentar