Ilustrasi PAD Bontang. (dok: Ist)BONTANG – Pendapatan daerah Kota Bontang hingga pertengahan tahun anggaran 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan. Realisasi penerimaan pajak daerah sampai 31 Mei 2026 telah mencapai Rp65,64 miliar atau 28,92 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp226,98 miliar.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat sepanjang tahun berjalan.
Kontribusi terbesar masih berasal dari sejumlah sektor unggulan, seperti Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tenaga Listrik, PBJT Makanan dan Minuman, serta Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Ketiga sektor ini menjadi penopang utama penerimaan pajak daerah pada lima bulan pertama tahun ini.
Pemerintah Kota Bontang terus mendorong peningkatan penerimaan melalui berbagai upaya, mulai dari penguatan pengawasan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, hingga pemanfaatan sistem digital yang memudahkan proses pembayaran dan pelaporan pajak.
Selain pajak daerah, kinerja penerimaan retribusi juga mencatat hasil yang menggembirakan. Hingga akhir Mei 2026, realisasi retribusi telah mencapai Rp46,78 miliar atau 36,33 persen dari target tahunan yang telah ditetapkan.
Persentase tersebut menunjukkan pengelolaan retribusi daerah berjalan sesuai jalur yang direncanakan. Bahkan, capaian pada Triwulan II telah mencapai 90,83 persen dari target periode tersebut.
Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh perangkat daerah yang memiliki kewenangan pemungutan retribusi agar potensi pendapatan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati. (dok: istimewa)
Menurutnya, optimalisasi pendapatan daerah menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat.
“Setiap potensi pendapatan daerah harus dapat dikelola secara optimal, transparan, dan akuntabel,” katanya, Jumat (5/6/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa kontribusi masyarakat melalui pembayaran retribusi akan kembali dirasakan dalam bentuk pelayanan yang lebih baik dan pembangunan yang berkelanjutan di Kota Bontang.
Dengan tren positif yang terus terjaga hingga Mei 2026, pemerintah daerah optimistis target pendapatan daerah tahun ini dapat dicapai melalui penguatan pengelolaan pajak dan retribusi secara berkelanjutan.(*)
Tidak ada komentar