Soroti Kenyamanan Wisata, DPRD Bontang Usul Penataan Ulang Parkir di Bontang Kuala

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
5 Jun 2026 18:07
2 menit membaca

Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, menyoroti perlunya pembenahan sistem parkir dan fasilitas pendukung di kawasan wisata Bontang Kuala. Menurutnya, penataan yang lebih baik menjadi kunci untuk menciptakan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Heri menilai, kondisi parkir di sejumlah titik, terutama di sekitar terminal dan kawasan wisata, masih belum tertata secara optimal. Situasi tersebut dinilai dapat memengaruhi kenyamanan pengunjung sekaligus mengurangi estetika kawasan wisata unggulan tersebut.

Ia menegaskan perlunya pengaturan yang lebih terstruktur, termasuk pembagian area parkir sesuai jenis kendaraan agar arus lalu lintas di kawasan tersebut lebih tertib.

“Penempatan kendaraan harus diatur dengan baik agar tidak mengganggu aktivitas pengunjung maupun masyarakat sekitar,” ujar Heri belum lama ini.

Selain aspek penataan parkir, Heri juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam proses pembenahan kawasan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga adat, hingga masyarakat setempat. Menurutnya, sinergi tersebut penting agar setiap persoalan di lapangan dapat segera ditangani.

Ia juga menyoroti perlunya perhatian terhadap aset budaya yang menjadi identitas khas Bontang Kuala. Potensi budaya yang ada, kata dia, perlu didata dan dikembangkan sebagai bagian dari penguatan daya tarik wisata daerah.

Heri menilai, pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diiringi dengan pelestarian budaya agar karakter Bontang Kuala tetap terjaga.

“Pengembangan kawasan harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi fasilitas maupun pelestarian budaya, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }