Komandan Korem (Danrem) 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul.SAMARINDA – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Timur terus digenjot. Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) kini merampungkan program pencetakan sawah seluas 1.200 hektare, sekaligus menyiapkan rencana pembukaan hampir 5.000 hektare lahan sawah baru melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian.
Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI AD terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar daerah.
Komandan Korem (Danrem) 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, mengatakan keterlibatan TNI dalam pembangunan daerah tidak terlepas dari tugas pembinaan teritorial yang mengedepankan kedekatan dengan masyarakat.
Menurutnya, melalui berbagai metode pembinaan teritorial, TNI terus mendorong kemanunggalan dengan rakyat sekaligus mendukung program pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Anggara saat menjadi pembicara dalam dialog interaktif bertema TNI Kuat Bersama Rakyat Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur, Selasa (6/10/2026).
Ia menjelaskan, Korem 091/ASN tidak hanya berperan dalam pembinaan teritorial, tetapi juga mengambil bagian dalam percepatan pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) serta pendampingan kepada petani lokal.
Salah satu fokusnya adalah memperkuat kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Program pencetakan sawah seluas 1.200 hektare saat ini tengah dirampungkan dan direncanakan berlanjut pada November mendatang.
Selain itu, koordinasi dengan Kementerian Pertanian dilakukan untuk membuka lahan sawah baru seluas hampir 5.000 hektare di Kalimantan Timur.
Anggara menilai upaya tersebut penting untuk mengantisipasi gangguan rantai pasok pangan dari luar pulau. Dengan kapasitas produksi lokal yang semakin kuat, Kaltim diharapkan memiliki alternatif pasokan ketika distribusi dari daerah lain mengalami hambatan.
“Jika terjadi situasi di luar Kalimantan, pastinya pasokan dari luar tidak bisa masuk,” jelasnya.
Karena itu, menurut dia, diperlukan berbagai langkah strategis agar kebutuhan pangan masyarakat tetap dapat dipenuhi meskipun terjadi gangguan distribusi. Penguatan sektor pertanian lokal menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan swasembada pangan di Kaltim.
Di balik upaya memperluas lahan pertanian, Anggara mengakui masih terdapat tantangan yang perlu mendapat perhatian, terutama keterbatasan sumber daya manusia di sektor pertanian.
Minat masyarakat untuk bekerja sebagai petani dinilai masih perlu ditingkatkan. Sebagian masyarakat, khususnya generasi muda, cenderung memilih pekerjaan sebagai operator alat berat dibandingkan menekuni sektor pertanian.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Korem 091/ASN berupaya mendorong perubahan cara pandang terhadap profesi petani melalui pengenalan pertanian modern dan keterlibatan petani milenial.
Pendekatan ini diharapkan dapat membuat sektor pertanian semakin menarik bagi generasi muda sekaligus mendukung keberlanjutan produksi pangan di daerah.
Anggara menegaskan, keberhasilan pembangunan dan penguatan ketahanan pangan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, TNI, petani, hingga masyarakat.
Ia juga berpesan kepada seluruh prajurit agar senantiasa menjalankan tugas pengabdian dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan.
“Saya pesankan kepada prajurit, kalau kita tidak bisa berbuat yang baik lebih baik diam. Jika bisa berbuat dengan baik, lakukanlah dengan tulus dan ikhlas sehingga apa yang dikerjakan betul-betul mendapat berkah,” pesannya.
Di akhir penyampaiannya, Danrem mengajak masyarakat Kalimantan Timur untuk terus mempererat silaturahmi dan membangun sinergi dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah masing-masing.
Menurutnya, komunikasi dan kerja sama yang baik antara prajurit dan masyarakat menjadi modal penting untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan di desa, menjaga kedaulatan negara, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*)
Tidak ada komentar