Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Ismail Abdullah turun membagikan masker ke pengendara motor. (News Borneo)NEWSBORNEO.ID – Kabut asap yang menyelimuti Kota Bontang membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun langsung membagikan masker kepada masyarakat, Kamis (17/9/2026).
Pembagian masker dilakukan di Simpang Empat Rumah Sakit Amalia. Petugas menyasar pengendara yang melintas dan memberikan masker satu per satu, terutama kepada masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.
Kondisi tersebut terjadi ketika kualitas udara Bontang berada pada kategori tidak sehat. Data pemantauan Stasiun Kota Bontang Tanjung Laut pada pukul 06.00 Wita mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di angka 115, dengan parameter kritis PM2.5.
Kepala BPBD Bontang melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail Abdullah, mengatakan kabut asap yang masuk ke Bontang bukan hanya berasal dari titik kebakaran di wilayah kota.
Asap dari karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur, terbawa arah angin hingga mencapai Bontang. Kondisi angin barat dan angin laut turut memengaruhi pergerakan asap tersebut.
“Karena asap terbawa angin sampai ke Bontang, kami mengambil langkah untuk membagikan masker kepada masyarakat yang masih beraktivitas di luar,” kata Ismail.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh personel BPBD turut diturunkan untuk membantu pembagian masker. Kepala BPBD Bontang, Usman, juga ikut berada di lokasi bersama personel.
“Seluruh personel turun, termasuk Pak Usman selaku Kepala BPBD, ikut membersamai kegiatan ini,” ujarnya.
Pembagian dilakukan di tengah aktivitas masyarakat yang cukup padat di kawasan persimpangan tersebut. Masker diberikan langsung kepada pengendara sehingga masyarakat yang melintas dapat segera menggunakannya untuk mengurangi paparan asap.
Selain pembagian masker, BPBD mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Bagi warga yang tetap harus keluar rumah, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan dari paparan asap.
Kondisi kualitas udara juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkot Bontang bersama perangkat daerah dan unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi udara dan kabut asap.
Langkah perlindungan masyarakat kemudian disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Ismail mengatakan masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah, terutama ketika kabut asap kembali menebal.
“Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar. Kalau memang harus keluar, gunakan masker dan tetap perhatikan kondisi udara,” pungkasnya. (ADV)
Tidak ada komentar