Air Bersih Mengalir, 1.400 Rumah di Sangkulirang Kini Terlayani

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
7 Sep 2026 12:28
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID, SANGKULIRANG – Krisis air bersih yang selama ini menjadi persoalan warga Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur, mulai menemukan titik terang.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman meresmikan pengoperasian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Sangkulirang, beberapa waktu lalu.

Tahap awal pengoperasian SPAM tersebut telah melayani 1.400 sambungan rumah (SR). Pemerintah daerah memastikan cakupan layanan akan kembali diperluas dengan tambahan 500 sambungan baru.

Ardiansyah meminta warga yang belum mendapatkan layanan segera mendaftarkan diri. Kuota tambahan tersebut disiapkan untuk memperluas akses air bersih masyarakat.

“Alhamdulillah air bersih sudah lancar. Kemudian listrik juga di beberapa desa Kecamatan Sangkulirang sudah lancar. Intinya adalah mari kita manfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Ardiansyah.

SPAM tersebut merupakan hasil kolaborasi Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim bersama PT Melati Bakti Sakti (MBS) Kalimantan Timur. Sistem ini memanfaatkan fasilitas SPAM yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).

Peresmian dilakukan usai Ardiansyah melepas peserta Jalan Sehat Kemerdekaan yang digelar Komunitas Jalan Sehat Sangkulirang (KJSS) di Lapangan Sepak Bola Rajawali, Desa Benua Baru Ilir.

Tak hanya air bersih, pemerintah juga mencatat kemajuan pada sektor kelistrikan. Enam desa di Kecamatan Sangkulirang kini disebut telah menikmati pasokan listrik PLN selama 24 jam penuh.

“Intinya adalah mari kita manfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Pengembangan infrastruktur Sangkulirang tidak berhenti pada air dan listrik. Pemerintah Kutim juga tengah mendorong peningkatan konektivitas laut melalui Pelabuhan Sungai Tanjung Keramat.

Pemkab Kutim telah meneken nota kesepahaman dengan Kementerian Perhubungan di Semarang. Pelabuhan tersebut ditargetkan menjadi titik singgah kapal Pelni paling cepat pada 2028, dengan rute yang menghubungkan Sangkulirang hingga Palu dan wilayah sekitarnya.

“Jadi saudara-saudara kita yang ada di Sangkulirang yang ingin nyeberang ke Palu tidak lagi berenang, nanti naik kapal,” kelakar Ardiansyah disambut antusias warga.

Pemerintah daerah berharap kombinasi layanan air bersih, listrik 24 jam dan konektivitas laut tersebut mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sangkulirang.

“Intinya adalah mari kita manfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Ardiansyah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }