Hadapi Risiko El Nino, TPID Balikpapan, PPU dan Paser Perkuat Kerja Sama Pasokan Pangan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
13 Agu 2026 14:40
4 menit membaca

BALIKPAPAN – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser memperkuat sinergi untuk menjaga ketersediaan serta stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya risiko El Nino dan kemarau panjang.

Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Gabungan TPID yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk merumuskan langkah strategis pengendalian inflasi sekaligus memastikan rantai pasok pangan tetap terjaga apabila produksi di daerah sentra mengalami gangguan akibat kekeringan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi menjelaskan komoditas pangan bergejolak (volatile food) memiliki kontribusi cukup besar terhadap inflasi di Balikpapan dan PPU dalam tiga tahun terakhir.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari tingginya ketergantungan pasokan pangan dari luar Kalimantan Timur, terutama Jawa dan Sulawesi Selatan.

Di sisi lain, berdasarkan informasi cuaca terkini, sejumlah wilayah sentra produksi tersebut menghadapi risiko kekeringan yang semakin meningkat. Kondisi itu berpotensi mengganggu produksi sekaligus kesinambungan pasokan pangan ke Kalimantan Timur.

Karena itu, penguatan produksi pangan lokal dan diversifikasi sumber pasokan menjadi langkah penting yang perlu dilakukan sejak dini.

Perluas Kerja Sama Antardaerah

Salah satu langkah konkret yang dihasilkan dalam HLM tersebut adalah memperluas Kerja Sama Antardaerah (KAD) sebagai strategi mengamankan pasokan pangan.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkot Balikpapan dengan Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Kerja sama juga dilakukan antara Pemkab PPU dengan Pemerintah Kabupaten Karo.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pasokan berbagai komoditas pangan, khususnya produk hortikultura seperti wortel, kentang, dan buah-buahan.

Selain itu, KAD juga membuka peluang kerja sama untuk komoditas pangan, perikanan, serta produk hortikultura lain yang memiliki potensi produksi di daerah mitra.

Sebagai tindak lanjut, turut ditandatangani sejumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Dinas Perdagangan Kabupaten Karo, Perumda Manuntung Sukses, APINDO Kabupaten Karo, serta asosiasi pedagang Kabupaten PPU.

Skema tersebut diharapkan mempertemukan produsen, pemasok, distributor, BUMD, dan pedagang sehingga distribusi pangan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.

Dorong Petani Hadapi Kemarau

Selain memperkuat pasokan dari luar daerah, TPID juga mendorong peningkatan produktivitas petani lokal melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP).

 

Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Tani Camp 2026 yang menyasar kelompok tani dan pelaku pertanian.

Di PPU dan Balikpapan, kegiatan berlangsung pada 12–13 Agustus dengan fokus budidaya cabai, terong, dan tomat. Sementara di Kabupaten Paser, kegiatan telah berlangsung pada 6–7 Agustus dengan fokus budidaya padi dan ayam petelur.

Program tersebut turut melibatkan TP-PKK, kelompok pra-sejahtera, kelompok kelurahan madani, serta siswa dan guru SMP maupun SMA.

Tujuannya bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun ketahanan pangan rumah tangga dan memperkuat kesiapan daerah menghadapi risiko perubahan cuaca.

GPM hingga Operasi Pasar Terus Diperkuat

Langkah stabilisasi harga juga terus dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), Pasar Murah, dan Operasi Pasar.

Hingga Agustus 2026, Balikpapan telah melaksanakan 82 kegiatan, PPU sebanyak 45 kegiatan, sedangkan Paser mencapai 139 kegiatan.

Masing-masing daerah juga menjalankan strategi pengendalian sesuai karakteristik wilayah.

Di Balikpapan, upaya dilakukan antara lain melalui distribusi 1.500 bibit ikan nila, edukasi belanja bijak, business matching SPPG–MBG, serta mitigasi El Nino dengan fokus pada ketersediaan air, ketahanan pangan dan pencegahan karhutla.

Di PPU, penguatan dilakukan melalui gerakan tanam cabai dan tomat di lahan pekarangan, optimalisasi lahan sawah, penguatan sektor perikanan dan peternakan, serta pemantauan distribusi BBM dan LPG.

Sementara di Paser, pengendalian dilakukan melalui sidak pasar, pengawasan distribusi, pemantauan LPG 3 kilogram, penyaluran bantuan pangan kepada 22.913 penerima, serta pemanfaatan 67 Rumah Pangan Kita dan Outlet Pangan Paser.

Lima Strategi hingga Akhir 2026

Dalam HLM tersebut, TPID menetapkan lima langkah lanjutan hingga akhir 2026.

Pertama, meningkatkan frekuensi GPM, Pasar Murah dan Operasi Pasar dengan prinsip 3T: tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran.

Kedua, memperluas jaringan toko atau kios penyeimbang serta Rumah Pangan Kita di pusat keramaian dan kawasan permukiman.

Ketiga, mengoptimalkan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan Fasilitasi Distribusi Pangan untuk komoditas strategis yang mengalami tekanan harga.

Keempat, memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian, urban farming, pemanfaatan pekarangan, sarana produksi, irigasi, serta perluasan KAD.

Kelima, memperkuat early warning system untuk mendeteksi lebih dini potensi kenaikan harga dan gangguan pasokan.

Rangkaian HLM ditutup dengan pembukaan kontainer komoditas hortikultura dari Kabupaten Karo yang tiba di Balikpapan. Kehadiran pasokan tersebut menjadi bukti konkret pelaksanaan kerja sama antardaerah sekaligus langkah awal memperkuat diversifikasi sumber pangan.

Kolaborasi tiga daerah tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan tetap tersedia, harga pangan lebih terkendali, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kaltim menghadapi ancaman El Nino dan kemarau panjang. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }