530 Pekerja Kena PHK di Balikpapan Dapat Kesempatan Ikut Pelatihan Vokasi

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
1 Okt 2026 11:03
3 menit membaca

BALIKPAPAN — Sebanyak 530 pekerja di Kota Balikpapan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga September 2026. Di tengah kondisi tersebut, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan membuka kesempatan bagi para pekerja terdampak PHK untuk meningkatkan keterampilan melalui program pelatihan vokasi Kementerian Ketenagakerjaan.

Program ini disiapkan sebagai salah satu upaya membantu pekerja yang kehilangan pekerjaan agar memiliki kompetensi baru dan dapat kembali memasuki pasar kerja.

Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan program tersebut memang diperuntukkan bagi pekerja yang telah mengalami PHK.

“Ini khusus kepada pekerja yang ter-PHK. Kami memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan,” kata Adamin.

Jumlah pekerja yang terkena PHK hingga September 2026 tersebut sudah mendekati angka sepanjang tahun sebelumnya. Pada Januari hingga Desember 2025, Disnaker Balikpapan mencatat sebanyak 675 pekerja mengalami PHK.

Pelatihan dilaksanakan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, yang merupakan unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Ketenagakerjaan.

Wilayah kerja BPVP Samarinda mencakup Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

“Anggarannya dari nasional, pelaksananya Balai Vokasi yang ada di Samarinda. Ini UPT dari Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Adamin.

Program tersebut dapat diikuti pekerja yang mengalami PHK sejak Januari 2024 hingga 2026. Kesempatan ini tidak hanya diberikan kepada pekerja dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT), tetapi juga pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang masa kontraknya telah berakhir.

Peserta dapat memilih sekitar 45 jenis pelatihan dengan durasi pembelajaran selama 40 jam pelajaran.

Pilihan pelatihan mencakup berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi, industri kreatif, manufaktur, fashion, otomotif, pengelasan, pertambangan, konstruksi hingga pengolahan makanan.

Beberapa di antaranya yakni Microsoft Office untuk pemula, pembuatan produk berbahan kayu, pengolahan kue dan menjahit.

“Misalnya Microsoft Office untuk pemula, pembuatan produk kayu, pengolahan kue, menjahit dan berbagai program lainnya. Ada sekitar 45 jenis pelatihan,” jelasnya.

Untuk menjaga efektivitas proses pembelajaran, satu kelas ditargetkan berisi sekitar 16 peserta. Meski demikian, kelas dengan jumlah peserta di bawah kuota tetap dapat diusulkan.

Pendaftaran pelatihan dibuka mulai 25 September hingga 7 Oktober 2026.

Pekerja yang berminat dapat memperoleh fasilitasi pendaftaran melalui Disnaker Balikpapan atau mengikuti mekanisme pendaftaran yang disiapkan BPVP Samarinda.

Calon peserta wajib menunjukkan bukti pernah mengalami PHK. Dokumen yang dapat digunakan antara lain surat keputusan atau pemberitahuan PHK, surat pemutusan kontrak, perjanjian bersama mengenai pengakhiran hubungan kerja, maupun surat keterangan pengalaman kerja atau paklaring.

Jika dokumen tersebut tidak dapat dipenuhi karena kondisi tertentu, calon peserta masih dapat melampirkan surat pernyataan berhenti bekerja atau mengalami PHK yang ditandatangani di atas materai.

“Kalau habis kontrak juga boleh. Yang penting memang sudah tidak bekerja lagi,” kata Adamin.

Namun, peserta tidak diperkenankan sedang menerima manfaat dari program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.

Adamin berharap program tersebut dimanfaatkan para pekerja terdampak PHK untuk meningkatkan kompetensi melalui proses reskilling maupun upskilling, sehingga peluang untuk kembali bekerja dapat terbuka.

Di sisi lain, persoalan ketenagakerjaan di Balikpapan tidak hanya berkaitan dengan pekerja yang terkena PHK. Disnaker juga mencatat sekitar 5.000 pencari kerja masih membutuhkan pekerjaan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.142 orang telah ditempatkan melalui berbagai upaya penempatan tenaga kerja.

Disnaker Balikpapan menargetkan sekitar 2.340 pencari kerja dapat ditempatkan. Dengan target tersebut, masih ada sekitar 1.000 pencari kerja yang terus diupayakan memperoleh pekerjaan.

“Kita usahakan dengan kerja Balikpapan bisa bekerja lagi,” pungkas Adamin. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }