Pemkot Bontang Beri Penghargaan kepada Perusahaan Kontributor Pembangunan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
22 Agu 2026 20:45
4 menit membaca

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memberikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan yang dinilai konsisten mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Apresiasi tersebut diberikan melalui TJSL Award Kota Bontang Tahun 2025 yang digelar di Ballroom Macora Hotel The Rinra, Makassar, Kamis malam (20/8/2026).

Kegiatan yang digagas Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Bontang itu dihadiri Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, Wakil Wali Kota Agus Haris, S.H., jajaran Forkopimda, serta para pimpinan perusahaan yang menjadi mitra pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Bontang menegaskan bahwa kontribusi dunia usaha melalui TJSL memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM hingga pelestarian lingkungan.

Wali Kota Neni Moerniaeni mengatakan, berbagai capaian pembangunan Bontang tidak semata-mata merupakan hasil kerja pemerintah, melainkan buah dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

“Berbagai capaian pembangunan Kota Bontang tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi pemerintah daerah dengan dunia usaha. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata perusahaan bagi masyarakat dan pembangunan Kota Bontang,” ujarnya.

Menurut Neni, salah satu bukti keberhasilan kolaborasi tersebut terlihat dari capaian Kota Bontang dalam penanganan pengangguran. Pemkot Bontang sebelumnya meraih penghargaan nasional dari Kementerian Dalam Negeri sebagai daerah dengan penanganan pengangguran terbaik di wilayah Kalimantan dan memperoleh insentif fiskal sebesar Rp3 miliar.

Ia menilai capaian tersebut tidak mungkin diraih hanya melalui kerja pemerintah.

“Prestasi ini bukan hasil kerja pemerintah saja, tetapi hasil kerja bersama masyarakat dan perusahaan. Karena itu, saya mengajak seluruh perusahaan untuk terus memperkuat kolaborasi,” katanya.

TJSL Diminta Selaras dengan Program Pemerintah

Ke depan, Pemkot Bontang ingin kontribusi TJSL perusahaan semakin terarah dan memberikan dampak yang lebih besar.

Neni meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan sinkronisasi program dengan perusahaan sehingga kegiatan TJSL tidak berjalan sendiri-sendiri atau tumpang tindih dengan program pemerintah.

“Saya meminta seluruh OPD melakukan sinkronisasi program dengan TJSL perusahaan. Program CSR jangan berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus mendukung program pembangunan daerah,” tegasnya.

Untuk memastikan kolaborasi tersebut berjalan efektif, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dipercaya sebagai Ketua Forum TJSL untuk mengawal sinkronisasi program antara pemerintah dan dunia usaha.

Selain pembangunan, sektor kesejahteraan masyarakat juga menjadi perhatian. Pemkot Bontang mendorong keterlibatan perusahaan dalam mendukung pembiayaan BPJS Kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC).

Dunia usaha juga diharapkan mempertahankan komitmen terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dengan target 75 persen.

“Alhamdulillah, komitmen penyerapan tenaga kerja lokal selama ini berjalan dengan baik berkat kerja sama seluruh pihak,” ungkap Neni.

Ia juga mengajak perusahaan untuk mengambil bagian dalam pembiayaan program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

“Ini membutuhkan gotong royong. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dunia usaha juga memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan,” ujarnya.

Stunting Terus Ditekan

Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha juga diarahkan untuk mempercepat penanganan stunting di Kota Bontang.

Neni menyebut angka stunting di Bontang terus mengalami penurunan, dari 19,8 persen menjadi 14,9 persen.

Capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah untuk terus memperkuat intervensi hingga angka stunting dapat ditekan di bawah 10 persen.

“Kita optimistis Bontang bisa menjadi salah satu daerah dengan capaian penanganan stunting terbaik di Indonesia,” tegasnya.

Perusahaan Raih Apresiasi

Pada puncak kegiatan, penghargaan TJSL diberikan kepada sejumlah perusahaan yang dinilai memberikan kontribusi dalam berbagai bidang pembangunan.

Di antaranya PT Pupuk Kaltim, PT Badak NGL, PT Indominco Mandiri, PT Pertamina Gas, Bankaltimtara, serta sejumlah perusahaan lainnya.

Neni mengaku mengapresiasi kontribusi dunia usaha yang selama ini turut mendukung berbagai program pemerintah dan masyarakat.

“Saya sangat bangga dengan kontribusi luar biasa perusahaan-perusahaan di Kota Bontang. Capaian TJSL tahun ini sudah melampaui ekspektasi. Terima kasih atas seluruh kontribusi yang telah diberikan untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kota Bontang,” tuturnya.

Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat sehingga perusahaan tidak hanya menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan pembangunan.

Dengan kolaborasi yang semakin terarah, Pemkot Bontang optimistis program TJSL dapat memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus memperkuat posisi Bontang sebagai kota industri yang tumbuh bersama masyarakat dan siap mengambil peran strategis sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }