Hari Kesaktian Pancasila di Bontang, Agus Haris: Beda Politik Jangan Hentikan Pembangunan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
1 Okt 2026 14:40
3 menit membaca

BONTANG — Perbedaan politik, agama, suku, maupun pilihan kelompok tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan daerah. Pesan itu ditegaskan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026.

Menurut Agus, keberagaman merupakan bagian dari kehidupan Kota Bontang yang sejak lama dikenal sebagai miniatur Indonesia. Masyarakat Bontang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan sebagian besar memiliki akar dari daerah berbeda di Indonesia.

Pesan persatuan tersebut disampaikan Agus setelah bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Kamis (1/10/2026).

Ia menilai Pancasila memiliki posisi penting sebagai perekat di tengah keberagaman masyarakat. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus terus dijaga agar perbedaan tidak berkembang menjadi sumber perpecahan.

“Karena Pancasila mengikat di situ, itulah kesadaran kita bersama,” ujar Agus.

Agus mengingatkan, perbedaan pendapat, pro dan kontra, hingga pilihan politik merupakan bagian dari dinamika kehidupan masyarakat. Namun, perbedaan tersebut semestinya tidak menghambat jalannya pemerintahan maupun pembangunan daerah.

Menurutnya, kepentingan bersama untuk memajukan bangsa, negara, provinsi, dan Kota Bontang harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun pilihan politik masing-masing.

“Kita harus berjalan terus, tidak bisa kita berhenti bernegara karena kita berbeda politik, berbeda warna, atau berbeda agama. Tetapi karena Pancasila mengikat di situ, itulah kesadaran kita bersama,” tegasnya.

Agus juga menilai kondisi sosial Bontang yang majemuk merupakan kekuatan yang harus terus dirawat. Peran tokoh masyarakat, tokoh agama, paguyuban, organisasi kemasyarakatan hingga generasi muda dinilai penting dalam menjaga kehidupan sosial tetap kondusif.

Ia berharap semangat persatuan tidak hanya hadir dalam momentum upacara kenegaraan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyikapi perbedaan pandangan di tengah masyarakat.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Bontang turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur pimpinan dan anggota DPRD, para Asisten Sekretariat Daerah, staf ahli, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat instansi vertikal, serta seluruh camat dan lurah se-Kota Bontang.

Peserta upacara terdiri atas tujuh peleton yang melibatkan personel Kodim 0908/Bontang, Yonarhanud 7/ABC, Polres Bontang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ASN Pemerintah Kota Bontang, serta purna Paskibraka.

Jalannya upacara dikomandoi Ipda Markus Hotang Prasanusa sebagai Komandan Upacara, dengan Kapt. Inf. Heru Widianto sebagai Perwira Upacara.

Sementara itu, naskah ikrar dibacakan Wakil Ketua DPRD Kota Bontang Joni Alla Padhang.

Menariknya, upacara tetap berlangsung khidmat meski hujan mengguyur lokasi. Halaman DPMPTSP yang basah tidak menyurutkan peserta mengikuti seluruh rangkaian upacara hingga selesai.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan bukan hanya soal menyatukan perbedaan, tetapi juga memastikan perbedaan tidak menghalangi kerja bersama untuk membangun Kota Bontang. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }