Hadapi Ancaman Kejahatan Digital, SPN Polda Kaltim Perkuat Sinergi Lintas Sektor Lewat CRC

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
24 Jul 2026 21:04
3 menit membaca

KUTAI KARTANEGARA – Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Timur terus memperkuat upaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi ancaman kejahatan siber melalui pengembangan Program Cyber Resilient Community (CRC). Program yang digagas Kepala SPN Polda Kaltim, Kombes Pol. Pepen Supena Wijaya, S.I.K., tersebut mendapat dukungan luas dari pemerintah daerah, lembaga legislatif, regulator, perguruan tinggi, hingga tokoh masyarakat di Kalimantan Timur.

Sebagai bagian dari penguatan implementasi program, Kepala SPN Polda Kaltim melakukan serangkaian silaturahmi, audiensi, dan studi banding dengan sejumlah pemangku kepentingan strategis. Di antaranya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur, serta sejumlah tokoh daerah seperti Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Sultan H. Adji Muhammad Arifin, hingga jajaran Kelurahan Damai Bahagia, Kota Balikpapan.

Dalam setiap pertemuan tersebut, Kombes Pol. Pepen menjelaskan bahwa Program Cyber Resilient Community dirancang sebagai gerakan kolaboratif untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, memperkuat kesadaran terhadap keamanan siber, sekaligus membekali masyarakat dengan kemampuan mengenali, mencegah, dan merespons berbagai bentuk kejahatan digital, mulai dari penipuan daring hingga kejahatan finansial berbasis teknologi.

Menurutnya, tantangan di era digital tidak mungkin dihadapi oleh institusi kepolisian seorang diri. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa agar tercipta ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan.

“Cyber Resilient Community merupakan gerakan bersama yang bertujuan membangun budaya sadar keamanan siber di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan seluruh stakeholder, kami optimistis masyarakat akan semakin siap menghadapi tantangan di era digital,” ujar Kombes Pol. Pepen.

Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan DPRD Kalimantan Timur dinilai menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas literasi digital masyarakat. Kedua institusi tersebut menilai program CRC selaras dengan upaya pemerintah dalam membangun masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu menghadapi berbagai ancaman di ruang siber.

Sementara itu, kolaborasi dengan Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, serta OJK Provinsi Kalimantan Timur diharapkan mampu memperkuat implementasi program melalui riset, penyusunan materi edukasi, pelatihan, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital dan perlindungan sektor jasa keuangan.

SPN Polda Kaltim juga menggandeng tokoh masyarakat sebagai mitra strategis dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Keterlibatan para tokoh daerah diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun budaya sadar keamanan digital sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa sinergi lintas sektor merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan keamanan pada era transformasi digital.

“Keamanan siber saat ini menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, lembaga legislatif, dunia pendidikan, regulator, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap ancaman kejahatan digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, Program Cyber Resilient Community tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan masyarakat, tetapi juga membangun budaya sadar keamanan siber yang berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi yang terus diperkuat ini, kami berharap Program Cyber Resilient Community mampu menjadi model penguatan ketahanan siber masyarakat yang dapat diterapkan secara luas. Semakin tinggi literasi digital masyarakat, maka semakin kuat pula kemampuan kita dalam mencegah berbagai bentuk kejahatan siber dan mewujudkan ruang digital yang aman, produktif, serta mendukung pembangunan nasional,” tutup Kombes Pol. Tedy. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }