Karhutla Hanguskan Tiga Hektare Lahan di Kukar, BPBD Gerak Cepat Lakukan Pendinginan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
7 Agu 2026 20:13
2 menit membaca

SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur bersama BPBD Kota Samarinda memperkuat sinergi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah cepat melindungi lingkungan sekaligus mencegah meluasnya dampak kebakaran di wilayah Kaltim.

Kolaborasi tersebut dibuktikan melalui aksi cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kaltim dan BPBD Samarinda saat memadamkan kebakaran lahan di kawasan Desa Budaya Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan peristiwa karhutla yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Peristiwa karhutla yang terjadi akhir-akhir ini kembali menegaskan pentingnya kesungguhan serta kolaborasi erat seluruh pihak dalam menjaga kelestarian alam di Benua Etam,” ujar Buyung, Jumat (7/8/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, kebakaran menghanguskan sekitar tiga hektare lahan terbuka di sekitar kawasan Desa Budaya Sungai Bawang.

Apabila tidak segera ditangani, kebakaran tersebut dinilai berpotensi mengancam keseimbangan ekosistem serta keselamatan permukiman warga di sekitarnya.

Untuk mengendalikan kobaran api, tim gabungan membentangkan jalur selang hingga menjangkau titik-titik kebakaran di bagian tengah area yang sulit diakses.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan (cooling) guna memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa di bawah permukaan tanah.

Langkah tersebut dinilai sangat penting karena bara yang tersembunyi berpotensi memicu kebakaran kembali, terutama di tengah cuaca panas dan musim kemarau.

Menurut Buyung, hasil evaluasi BPBD menunjukkan sebagian besar kejadian karhutla di Kalimantan Timur masih dipicu oleh aktivitas manusia.

Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan antara lain pembukaan lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan, pembakaran sampah, hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan.

“Kami terus memantau pergerakan titik panas atau hotspot di seluruh wilayah Kalimantan Timur menggunakan sistem pemantauan satelit milik Kementerian Kehutanan agar setiap indikasi kebakaran dapat divalidasi sejak dini,” jelasnya.

BPBD Kaltim juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian kebakaran melalui Call Center 112, sehingga petugas dapat bergerak cepat sebelum api meluas.

Buyung menegaskan, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah munculnya titik api.

“Mari kita bersama-sama memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, karena jika kita menjaga alam, maka alam pun akan menjaga keselamatan kita semua,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }