Demi Warga Bontang Kuala, Pemkot Siapkan Penanganan Permanen Jalan Piere Tendean

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
16 Jun 2026 21:56
2 menit membaca

BONTANG – Banjir yang kerap merendam Jalan Piere Tendean, akses utama menuju kawasan Bontang Kuala, masih menjadi keluhan masyarakat. Meski kewenangan penanganannya berada di bawah Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), persoalan tersebut hingga kini belum mendapatkan solusi yang memadai.

Melihat kondisi itu, Pemerintah Kota Bontang memutuskan untuk mengambil langkah konkret dengan menyiapkan anggaran dari APBD guna menangani banjir di kawasan tersebut. Rencana penanganan akan mulai direalisasikan pada tahun 2027.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa persoalan banjir yang terus berulang di Jalan Piere Tendean tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada mobilitas warga.

“Kalau hanya Rp1 miliar itu tidak cukup. Tahun depan kita gunakan anggaran APBD Kota Bontang karena tidak bisa kita biarkan terus-menerus seperti itu,” ujar Neni, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Bontang, termasuk menyampaikan surat dan usulan kepada BPJN. Namun hingga saat ini belum ada langkah nyata yang mampu menyelesaikan persoalan banjir di ruas jalan tersebut.

Di sisi lain, kondisi jalan masih dinilai layak oleh pemerintah pusat sehingga belum masuk dalam daftar prioritas pembangunan. Padahal, genangan yang terjadi secara rutin telah mengganggu aktivitas warga maupun pengunjung yang hendak menuju Bontang Kuala.

Karena itu, Pemkot Bontang bersama DPRD bersepakat untuk menggunakan anggaran daerah guna membangun akses permanen di kedua sisi jalan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.

“Pada akhirnya DPRD dan Pemkot Bontang bersepakat menggunakan APBD. Sampai kapan kita harus menunggu sementara pusat masih menganggap kondisi jalan ini baik-baik saja,” tegas Neni.

Melalui dukungan APBD, pemerintah berharap penanganan banjir di Jalan Piere Tendean dapat segera direalisasikan sehingga akses vital masyarakat Bontang Kuala tidak lagi terganggu setiap kali terjadi genangan air. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }